Sebuah insiden tragis baru-baru ini terjadi di Lombok Barat, di mana seorang pria bernama Bara Primario dituduh membunuh dan membakar ibu kandungnya, Yeni Yudi Astuti.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Motif di balik tindakan keji ini berakar dari ketidakpuasan atas permintaan uang yang tidak terpenuhi, yang memicu amarah pelaku.
Pengungkapan Kasus oleh Polda NTB
Pada 25 Januari 2026, penemuan jasad terbakar di Dusun Batu Leong, Desa Sekotong Barat, memicu perhatian pihak kepolisian dan masyarakat setempat.
Tim Jatanras Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil menangkap Bara Primario pada tengah malam di wilayah Monjok Baru, Kota Mataram, setelah penyelidikan intensif.
Kombes Mohammad Kholid, Kabid Humas Polda NTB, menyampaikan bahwa pelaku telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan terancam mengalami hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati di bawah pasal 459 KUHP juncto Pasal 458 UU Nomor 1 tahun 2023.
Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana
Motif di Balik Tindakan Brutal
Motif penyerangan berdasar pada permintaan Bara terhadap ibu kandungnya untuk memberikan uang sebesar Rp 39 juta, yang ditolak dengan tegas oleh korban.
Gelombang emosi negatif dari penolakan tersebut memicu tindakan brutalnya, di mana saat kejadian, Bara mendorongnya hingga menghilangkan nyawa ibunya.
Setelah membunuh, pelaku juga berusaha menghilangkan jejak dengan mengangkut jenazah menggunakan mobilnya dan melakukan pembakaran.
Proses Penyelidikan dan Temuan di TKP
Penyelidikan mulai dilaksanakan setelah warga melaporkan terdapat kobaran api yang mencurigakan di lokasi penemuan jasad.
Dari analisis, petugas menemukan bercak darah di dalam mobil milik Bara, yang mengindikasikan adanya peristiwa kekerasan yang serius.
Saksi yang melihat mobil tersebut memberikan laporan ke pihak berwenang, sehingga investigasi dapat dilakukan lebih mendalam dan efektif untuk mengumpulkan bukti yang diperlukan.
Baca juga: Calvin Verdonk Hampir Bergabung dengan Lille, Klub Terkenal Prancis yang Penuh Talenta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: