Selasa, 27 JANUARI 2026 • 17:13 WIB

Ancaman Boikot Piala Dunia 2026: Dampak untuk FIFA Bisa Sangat Besar

Author

Ancaman Boikot Piala Dunia 2026: Dampak untuk FIFA Bisa Sangat Besar

Piala Dunia 2026 sekarang berada di ambang boikot yang serius dari beberapa negara, termasuk Jerman, Inggris, dan Spanyol. Desakan ini berpotensi mengganggu stabilitas FIFA dan memicu masalah finansial yang besar jika turnamen terpaksa dibatalkan.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Seruan untuk memboikot menuai dukungan semakin banyak di kalangan negara-negara dengan tradisi sepak bola kuat, menjadikan situasi semakin rumit dan menegangkan.

Desakan Boikot yang Kian Menguat

Rencana penyelenggaraan Piala Dunia 2026 diadakan dari 11 Juni hingga 19 Juli, dengan tuan rumah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun, ketegangan politik yang meningkat antar negara membuat Jerman memohon agar status tuan rumah AS ditinjau kembali.

Tuntutan ini berkaitan erat dengan hubungan diplomatik yang tegang antara Jerman dan AS, yang diperburuk oleh pernyataan kontroversial dari Presiden AS, Donald Trump. Negara-negara seperti Inggris, Spanyol, dan Skotlandia juga mengeluarkan sinyal serupa terkait partisipasi mereka dalam turnamen tersebut.

Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana

Potensi Kerugian bagi FIFA

Menurut Rob Wilson, seorang pakar keuangan sepak bola, pembatalan Piala Dunia bisa membawa FIFA pada ambang kebangkrutan. 'Biaya bukanlah masalah besar. Yang menjadi masalah adalah kontrak, logistik, pengaturan keamanan, infrastruktur siaran, dan semua hal legal yang akan muncul,' jelasnya.

Dari analisisnya, Wilson memperkirakan anggaran untuk Piala Dunia bisa melebihi 4 miliar dolar AS, dengan masing-masing kota penyelenggara menghabiskan sekitar 250 juta dolar AS untuk menyokong berbagai aspek acara.

Risiko dan Dampak Lebih Jauh

Pembatalan turnamen akan mengakibatkan hilangnya pendapatan yang signifikan dari sponsor, akomodasi, hingga pariwisata. 'Ada penyiar, sponsor, stadion, infrastruktur yang sedang dibangun,' imbuh Wilson.

Lebih jauh lagi, pemindahan status tuan rumah bisa menimbulkan gugatan ganti rugi terbesar dalam sejarah, karena banyak penggemar yang sudah melakukan reservasi perjalanan dan akomodasi mereka. 'Semua orang akan ingin mengajukan klaim atas kerugian jika Piala Dunia dipindahkan,' pungkasnya.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU