Kamis, 15 JANUARI 2026 • 17:35 WIB

Meta Alihkan Fokus dari Metaverse ke Kecerdasan Buatan: Transformasi yang Mencolok

Author

Meta Alihkan Fokus dari Metaverse ke Kecerdasan Buatan: Transformasi yang Mencolok

Meta, yang sebelumnya dikenal sebagai Facebook, baru saja mengumumkan perubahan signifikan dalam strategi bisnisnya dengan mengurangi fokus pada metaverse. Langkah ini terjadi setelah perusahaan mencatat kerugian besar di divisi Reality Labs.

Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025

Keputusan tersebut berdampak pada ratusan karyawan dan menunjukkan komitmen baru Meta untuk berinvestasi lebih banyak dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Pemangkasan dan Perubahan Fokus di Meta

Dalam langkah yang mengejutkan banyak pihak, Meta memberhentikan sejumlah besar karyawan dari divisi Virtual Reality (VR) dan menutup beberapa studio pengembangan. Sekitar 10% dari divisi hardware ditargetkan untuk dikurangi, yang berdampak langsung pada produk headset VR Quest dan platform Horizon Worlds.

Menurut laporan CNBC, keputusan ini merupakan bagian dari strategi baru CEO Mark Zuckerberg yang berupaya untuk merespon hasil yang tidak memuaskan dari proyek metaverse. "Kami menyadari pentingnya merestrukturisasi pendekatan kami terhadap teknologi baru," ungkap Zuckerberg dalam pernyataan resmi.

Meta kini memfokuskan anggaran dan sumber daya yang sebelumnya dialokasikan untuk VR, menuju kacamata AI dan perangkat wearable. Pergeseran tersebut menunjukkan transisi perusahaan ke solusi teknis yang lebih praktis dan diterima masyarakat.

Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan

Investasi pada Kecerdasan Buatan

Dengan berkurangnya fokus pada metaverse, Meta telah meningkatkan investasinya dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Tahun lalu, perusahaan ini menggelontorkan dana sebesar USD 14,3 miliar untuk menarik talenta terbaik di bidang AI, termasuk kedatangan pendiri Scale AI, Alexandr Wang, yang kini memimpin strategi AI di Meta.

Zuckerberg juga mengumumkan pergeseran Vishal Shah, yang sebelumnya mengawasi divisi metaverse, menjadi kepala produk AI. "Kami percaya bahwa investasi dalam kecerdasan buatan akan menjadi kunci untuk pertumbuhan kami di masa depan," katanya.

Sebagai langkah strategis, Meta berencana meluncurkan model AI terbaru yang diberi nama kode Avocado pada kuartal pertama tahun ini, dengan harapan bisa bersaing dengan perusahaan besar seperti OpenAI dan Google.

Masa Depan VR dan Kemitraan Strategis

Walaupun kini lebih fokus pada kecerdasan buatan, Meta memutuskan untuk tetap mempertahankan beberapa aspek dari VR. Perusahaan berupaya menarik pengembang game dari platform seperti Roblox untuk menciptakan pengalaman menarik di Horizon Worlds, meskipun jumlah pengguna aktifnya belum pernah signifikan.

Roblox, yang memiliki lebih dari 150 juta pengguna harian, menunjukkan bahwa model permainan virtual menarik bagi generasi muda. "Kita bisa belajar dari perkembangan dan penerimaan platform lain untuk membangun Horizon Worlds yang lebih kuat," jelas Ben Hatton, analis CCS Insight.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, berita terbaru mengungkapkan bahwa Meta akan memindahkan aplikasi kebugaran VR, Supernatural, ke mode pemeliharaan dengan tim yang sangat kecil, menunjukan bahwa mereka tidak sepenuhnya meninggalkan sektor VR.

Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU