Marc Marquez kini sejajar dengan Valentino Rossi dalam koleksi gelar juara dunia, masing-masing mengantongi tujuh titel. Di usia 32 tahun dan bersama tim Ducati, Marquez berambisi untuk melampaui sejumlah rekor milik Rossi.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Setelah meraih gelar juara MotoGP 2025 lebih awal, peluang Marquez untuk menambah prestasi semakin terbuka lebar menjelang MotoGP 2026. Kompetisi mendatang ini diprediksi akan menjadi fase krusial dalam kariernya.
Peluang Lewati Catatan Gelar
Gelar juara dunia di kelas utama menjadi salah satu indikator keberhasilan seorang pembalap MotoGP. Dengan Marquez dan Rossi sama-sama memiliki tujuh gelar, tambahan satu gelar di MotoGP 2026 akan menjadikan Marquez unggul.
Dalam upayanya meraih gelar tambahan, Marquez akan bersaing ketat dengan pembalap lainnya, termasuk yang lebih muda dan berpengalaman. Ini adalah tantangan tersendiri bagi Marquez yang ingin menegaskan posisinya di dunia balap.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai
Samai Jumlah Kemenangan
Jumlah kemenangan di Grand Prix juga menjadi perhatian utama, dengan Rossi masih di depan dengan 115 kemenangan. Sementara itu, Marquez telah mencatat 99 kemenangan, yang artinya masih tertinggal 16 kemenangan dari Rossi.
Perbedaan tersebut mengundang tantangan, tetapi Marquez memiliki dukungan kuat dari tim Ducati. Menjelang MotoGP 2026, potensi untuk mengejar dan memperkecil gap kemenangan semakin terbuka.
Rekor Pole Position Paling Dekat Dikejar
Salah satu rekor Rossi yang menjadi incaran Marquez adalah jumlah pole position. Saat ini, Marquez mengumpulkan 72 pole position, sedangkan Rossi menutup kariernya dengan 76 posisi terdepan.
Hanya terpaut empat pole position, Marquez berada dalam posisi yang baik untuk mengejar. Keberhasilan dalam sesi kualifikasi akan sangat menentukan, dan dukungan dari motor Ducati bisa menjadi penentu dalam menambah catatan tersebut.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: