Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 17:57 WIB

Kemajuan Pembangunan Hunian bagi Korban Bencana di Sumatera

Author

Kemajuan Pembangunan Hunian bagi Korban Bencana di Sumatera

Seskab Teddy Indra Wijaya memberikan update mengenai progres pengadaan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) untuk warga yang terkena dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat.

Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan

Kolaborasi antara sejumlah kementerian bertujuan untuk menyelesaikan 15 ribu unit rumah dalam waktu tiga bulan ke depan.

Rincian Pembangunan Huntara dan Huntap

Dalam pertemuan yang diadakan pada 27 Desember 2025, Teddy Indra Wijaya menjelaskan, "Malam minggu kemarin, saya berkoordinasi dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi, Kepala BPI Danantara, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman di kantor Sekretariat Kabinet."

Dari 15 ribu rumah yang direncanakan, diharapkan 500 unit pertama akan selesai dalam minggu ini. Setiap unit dirancang dengan fasilitas sanitasi air bersih, listrik, kemudahan jaringan Wi-Fi, dan area bermain untuk anak-anak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut berperan dengan merencanakan pembangunan 4.500 unit hunian sementara di tiga provinsi yang terdampak.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat

Keterlibatan Kementerian dalam Pembangunan

Kementerian Perumahan juga telah memulai pembangunan hunian tetap, di mana 2.500 unit pertama sudah selesai dibangun di lahan milik BUMN minggu lalu.

Teddy menegaskan, "Hunian sementara dan hunian tetap ini dibangun dengan beberapa kriteria, yaitu tidak berada di lokasi rawan bencana dan berada dekat dengan akses jalan serta fasilitas umum."

Pemerintah daerah diharap berkontribusi aktif dalam memberikan lokasi dan pendampingan bagi penghuni huntara dan huntap, sehingga proses ini lebih efektif.

Status Transisi Darurat di Wilayah Sumatera

Menko PMK Pratikno sebelumnya menyatakan bahwa beberapa daerah di Sumatera telah beralih dari status darurat bencana. "Sejumlah kabupaten/kota telah memutuskan status transisi darurat," ucap Pratikno di Jakarta.

Dia menekankan bahwa proyek pembangunan hunian bagi warga terdampak dilakukan dengan kerjasama berbagai pihak, termasuk peran TNI dan Polri, yang siap mendukung proses tersebut.

"Huntara dan huntap telah mulai dibangun di berbagai lokasi, dengan pendataan penerima manfaat dan penyiapan lahan yang berkelanjutan," imbuhnya.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU