Jumat, 26 DESEMBER 2025 • 14:34 WIB

Piramida Kuno Ditemukan Secara Tak Terduga di Proyek Jalan Meksiko

Author

Piramida Kuno Ditemukan Secara Tak Terduga di Proyek Jalan Meksiko

Sebuah piramida kuno yang mengesankan ditemukan saat proyek pembangunan jalan berlangsung di Meksiko, mencuri perhatian banyak pihak.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz

Penemuan ini juga menggali lebih dalam keberadaan artefak-artefak bersejarah yang memperkaya pemahaman kita tentang peradaban di kawasan tersebut.

Detail Penemuan

Pada bulan Juni 2024, sebuah piramida kuno terungkap di tengah proyek pembangunan jalur ketiga jalan raya federal di Hidalgo, Meksiko timur-tengah.

Setelah penemuan ini dilaporkan, para arkeolog dari National Institute of Anthropology and History (INAH) langsung bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan.

Menggunakan pesawat nirawak, tim arkeologi mengambil 155 sampel dari lokasi tersebut, termasuk potongan keramik, alat batu, dan juga cangkang hewan.

Artefak yang ditemukan kini sedang diteliti di laboratorium selama beberapa bulan ke depan.

Ukuran dan Signifikansi Piramida

Piramida yang terletak di sana memiliki panjang 43 meter dan tinggi 11,7 meter, dan kini dikelilingi oleh tembok besar yang dibangun oleh otoritas arkeologi.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur ini merupakan bagian dari pemukiman pra-Hispanik yang dikenal dengan nama San Miguel.

Berdasarkan penelitian, piramida ini diidentifikasi berasal dari periode Epiklasik (650-950 M) dan periode Pascaklasik Akhir (1350-1519 M).

Saat itu, wilayah ini berada di bawah pengaruh Metzca, yang menurut INAH, meninggalkan jejak multietnis hingga abad ke-16 M.

Teknologi LiDAR dan Penemuan Sejarah

Peran teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging) dalam dunia arkeologi sangat signifikan, termasuk dalam pengungkapan banyak penemuan baru di area ini.

Teknologi ini bekerja dengan memancarkan sinar laser untuk mendeteksi bentuk dan karakteristik objek yang mungkin tertutup oleh vegetasi atau tanah.

Sebagai contoh, pada tahun 2023, INAH telah menggunakan LiDAR untuk menemukan jejak jalan raya sepanjang 18 km yang menghubungkan kota-kota Maya lebih dari 1.200 tahun lalu.

Di Guatemala, metode yang sama juga telah berhasil mengungkap bukti peradaban Maya yang sebelumnya tidak dikenal, dengan 964 pemukiman dihubungkan oleh jalan kuno sepanjang 177 km.

Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU