Seorang wanita berusia 22 tahun asal Derbyshire, Inggris, hampir kehilangan nyawanya akibat serangan jantung yang dipicu oleh stres kerja. Insiden ini membuka mata banyak orang akan pentingnya kesehatan mental di tengah tekanan kehidupan modern.
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Courtney Stocks dinyatakan meninggal selama tujuh menit sebelum ayahnya melakukan CPR dan berhasil menyelamatkannya. Peristiwa ini menjadi pengingat kuat tentang dampak serius dari stres yang tidak terkelola.
Kronologi Kejadian
Pada 16 November 2025, Courtney mengalami pingsan di halaman belakang rumahnya, yang memicu kepanikan dalam keluarga. Kedatangan orang tua, terutama ayahnya yang bernama Chris Watchorn, menjadi faktor penting dalam upaya penyelamatan.
Chris melaporkan, "Saya melihat kondisi darurat dan segera melakukan CPR hingga bantuan medis tiba." Tindakan heroik ini menjadi penyelamat saat dokter tiba untuk memberikan pertolongan lebih lanjut.
Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan
Gejala dan Penyebab
Sebelum kejadian tersebut, Courtney merasakan jantung berdebar, pusing, serta mual, namun ia menganggapnya sebagai dampak stres pekerjaan. "Saya orang yang mudah stres. Situasi kerja seringkali membuat saya kewalahan," ujarnya, menyoroti hubungan antara kesehatan mental dan fisik.
Di rumah sakit, dokter mendiagnosisnya dengan mitral annular disjunction (MAD), sebuah kelainan bawaan yang dapat menyebabkan henti jantung mendadak. Pengetahuan ini menambah urgensi untuk memahami gejala kesehatan yang sering diabaikan.
Pencegahan dan Kesadaran Kesehatan
Sebagai langkah pencegahan, dokter telah memasang alat defibrilator implan pada Courtney untuk menghindari risiko serangan jantung di masa depan. Ia mengakui, "Karena saya terlahir dengan kondisi ini, walaupun terdapat tanda-tanda, stres memang mempercepat terjadinya serangan jantung."
Courtney kini berkomitmen untuk lebih memperhatikan kesehatannya, serta mengenali gejala yang mungkin muncul di masa mendatang. "Saya sering merasa pusing dan mual, terutama saat mandi. Namun, saya tidak merasa hal tersebut perlu diwaspadai," tutupnya.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: