Senin, 15 DESEMBER 2025 • 16:44 WIB

Prabowo Subianto: Etika Kunjungan ke Lokasi Bencana Harus Ditegakkan

Author

Prabowo Subianto: Etika Kunjungan ke Lokasi Bencana Harus Ditegakkan

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menekankan pentingnya etika kunjungan pejabat ke daerah bencana dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Senin (15/12/2025). Ia menyatakan bahwa kunjungan tersebut seharusnya tidak hanya untuk berfoto, melainkan memiliki tujuan konkret yang jelas.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Pernyataan tegas ini bertepatan dengan pujian terhadap peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan lembaga lain yang berkontribusi dalam pemulihan wilayah terdampak bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Etika dalam Kunjungan Bencana

Dalam penanganan bencana, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kehadiran pejabat tidak boleh dianggap sebagai ajang 'wisata bencana'. Beliau meminta agar kunjungan tersebut tidak hanya untuk foto-foto, melainkan bertujuan untuk memberikan bantuan nyata.

Dia menambahkan, 'Saya mohon jangan pejabat-pejabat, tokoh-tokoh datang ke daerah bencana, hanya untuk foto-foto, dan itu dianggap hadir ya,' dalam siaran langsung yang disiarkan oleh Sekretariat Presiden. Ini menunjukkan betapa seriusnya beliau melihat peran pejabat dalam situasi seperti ini.

Prabowo juga mengajak para pejabat untuk memahami kondisi di lapangan dan segera mengambil tindakan berdasarkan pengalaman mereka saat berkunjung.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat

Keterlibatan BUMN dan Semua Stakeholder

Dalam pidatonya, Presiden memberikan penghargaan kepada BUMN dan kementerian yang aktif terlibat dalam penanganan bencana. Kehadiran dan peran semua pihak sangat penting dalam memulihkan keadaan pascabencana.

Prabowo menekankan bahwa pejabat yang datang ke lokasi bencana harus memiliki kepentingan jelas, termasuk mengidentifikasi masalah dan mencari solusi. 'Kita lihat di sini kurang air bersih, apa tindakannya, di situ kurang BBM, masih terisolasi, bagaimana tindakannya,' ucap Prabowo, menyoroti isu mendasar yang sering kali terabaikan oleh pihak-pihak terkait.

Maksud dari pernyataan tersebut adalah agar semua elemen dalam penanganan bencana dapat bekerja sama secara efisien untuk mempercepat proses pemulihan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Menghindari Budaya Wisata Bencana

Prabowo juga mengingatkan untuk tidak membiarkan budaya 'wisata bencana' berkembang, yang dapat merugikan masyarakat di lokasi yang terkena dampak. 'Mohon ini saya lihat ada kecenderungan wisata bencana ini tidak bagus. Rakyat di situ jangan dijadikan objek,' tegasnya.

Sikap kritis ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi semua pihak dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Keberadaan pejabat di daerah bencana hendaknya membawa solusi dan dukungan nyata bagi masyarakat.

Dengan menempatkan fokus pada tindakan konkret dan memiliki empati terhadap kondisi masyarakat, Prabowo ingin kembali menekankan bahwa etika dalam situasi krisis mutlak harus diperhatikan oleh semua pihak yang terlibat.

Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU