Apple baru-baru ini mengeluarkan peringatan kepada pengguna iPhone, iPad, dan Mac untuk tidak menggunakan Google Chrome, peramban besutan Google.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Peringatan ini muncul dari klaim di situs resmi Safari yang menekankan perlindungan privasi yang lebih baik dibandingkan dengan Chrome.
Kekhawatiran Terhadap Praktik Fingerprinting
Apple mengungkapkan bahwa teknik fingerprinting, yang digunakan untuk mengumpulkan data pengguna, menjadi salah satu perhatian utama mereka.
Data yang sering diambil dalam teknik ini meliputi riwayat penjelajahan, lokasi pengguna, dan kebiasaan penggunaan aplikasi.
Dalam pernyataan resminya, Apple menjelaskan, "Safari berupaya mencegah pengiklan dan situs web menggunakan kombinasi karakteristik unik dari perangkat Anda untuk membuat ‘sidik jari’ atau fingerprint guna melacak Anda."
Apple juga menambahkan bahwa fitur-fitur khusus di Safari membantu mengatasi pengumpulan data yang berlebihan, memberikan perlindungan tambahan kepada pengguna.
Fitur Keamanan Safari yang Mengungguli Chrome
Safari menawarkan berbagai fitur menarik untuk melindungi privasi penggunanya, termasuk Intelligent Tracking Prevention yang membatasi pelacakan lintas situs secara otomatis.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa
Mode Private Browsing di Safari juga mencegah penyimpanan riwayat, cookie, dan data pencarian di perangkat pengguna.
Menurut penjelasan Apple, "Untuk memerangi teknik fingerprinting, Safari menampilkan versi konfigurasi sistem perangkat pengguna yang disederhanakan, sehingga perangkat pengguna di internet terlihat identik dan sulit dibedakan dari pengguna lain."
Fitur lain seperti Fingerprint Defence dan Passkeys juga memberikan kemudahan dan keamanan lebih saat menjalani aktivitas online.
Persaingan di Pasar Browser dan Dampak Terhadap Safari
Safari masih mendominasi sebagai browser di iPhone dengan pangsa pasar 11,49% pada November 2025. Sementara itu, Chrome hanya memiliki pangsa pasar sebesar 2,25%.
Meskipun demikian, Safari mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu yang mencatatkan pangsa pasar sebesar 14,37%.
Kondisi ini menimbulkan spekulasi bahwa Apple khawatir dengan penurunan penggunaan Safari, sementara pangsa pasar Chrome di iPhone terlihat stagnan.
Di sisi lain, secara global, Chrome untuk Android tetap menjadi yang paling populer dengan pangsa pasar 38,98%.
Kekhawatiran Apple semakin mendalam ketika Google mulai mengizinkan penggunaan teknik fingerprinting di Chrome pada awal 2025 setelah sebelumnya melarangnya, yang berpotensi membahayakan privasi pengguna.
Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: