Jumat, 12 DESEMBER 2025 • 10:56 WIB

Tragedi Kebakaran di Gedung Terra Drone: Duka Mendalam bagi Keluarga Korban

Author

Tragedi Kebakaran di Gedung Terra Drone: Duka Mendalam bagi Keluarga Korban

Tragedi kebakaran yang melanda gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 9 Desember 2022 ini merenggut 22 nyawa dan meninggalkan luka mendalam bagi banyak keluarga.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Salah satu momen terakhir yang menyentuh datang dari Ervina, salah satu korban yang sempat mengirimkan pesan suara sebelum kehilangan nyawanya.

Kronologi Tragedi Kebakaran

Kebakaran di gedung Terra Drone dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dan dengan cepat menyebar ke seluruh area. Laporan menyebutkan bahwa meski petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan, api sulit untuk dipadamkan.

Dalam situasi yang mengerikan, Ervina berhasil mengirimkan pesan suara kepada kakaknya, Ferry. Dalam pesan tersebut, dia menyatakan kecemasannya, 'Gua udah bener-bener nggak bisa ngapa-ngapain ini ya guys, maaf banget gua... gua nggak tau lagi nih.'

Setelah mengirim pesan tersebut, ponsel Ervina tidak bisa dihubungi, menunjukkan keadaan yang kritis. Ketika pihak berwenang mengumumkan jumlah korban, keluarga mulai merasakan kepanikan yang mendalam.

Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan

Identifikasi Korban

Saat ini, semua jasad korban telah berhasil diidentifikasi. Di antara 22 korban terdapat 15 perempuan dan 7 pria, dengan usia berkisar antara 18 sampai 40 tahun.

Identitas para korban yang diumumkan termasuk Siti Sa'addah Ningsih berusia 24 tahun dan Yoga Valdier Yaseer berusia 28 tahun. Tragedi ini menggambarkan seberapa luas dampak kejadian ini terhadap keluarga-keluarga tersebut.

Keluarga korban terus mencari kejelasan dan keadilan di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung tentang penyebab kebakaran.

Dampak Sosial dan Kesadaran Kebakaran

Kebakaran ini telah memicu diskusi publik yang mendalam mengenai keamanan gedung dan protokol kebakaran di Jakarta. Banyak yang berharap pihak berwenang dapat segera mengevaluasi aspek keselamatan di gedung-gedung tinggi.

Tragedi ini menyadarkan banyak orang tentang pentingnya memiliki rencana evakuasi dan alat pemadam kebakaran yang memadai. Seperti yang diungkapkan Ferry, tragedi ini bukan hanya tentang kehilangan nyawa, tetapi juga pelajaran berharga untuk semua yang bergerak di dunia bisnis.

Keluarga korban berharap kejadian serupa tidak terulang dan menginginkan peningkatan regulasi serta kesadaran akan keselamatan di lingkungan kerja.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU