Pada peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia ke-77 yang jatuh pada 10 Desember 2025, Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai, mengingatkan akan pentingnya menghayati nilai-nilai HAM dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Pigai menegaskan bahwa perayaan ini merupakan momentum untuk menyebarluaskan nilai kemanusiaan, di luar sekadar kegiatan seremonial.
Komitmen terhadap Nilai-nilai HAM
Natalius Pigai menegaskan bahwa menghormati dan memahami HAM merupakan hak setiap warga negara. Ia menyatakan, 'Jika kita memikul tugas ini bersama, Indonesia akan tumbuh menjadi bangsa yang unggul dalam peradaban HAM.'
Pigai percaya bahwa pemahaman yang lebih baik terhadap HAM akan menciptakan masyarakat yang lebih berkembang. Ia mengajak semua pihak untuk menanamkan nilai-nilai ini dalam peradaban bangsa.
Dengan harapan, pada tahun 2045, Indonesia dapat menjadi pemimpin dalam menjunjung tinggi martabat manusia. Hal ini diungkapkan sebagai bagian dari dorongannya kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membumikan HAM.
Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Puncak Peringatan di Jakarta
Acara puncak peringatan Hari HAM Sedunia akan diadakan di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Pigai menyatakan, 'Kehadiran tokoh-tokoh dari kalangan masyarakat adalah bukti bahwa perayaan Hari HAM Sedunia merupakan milik seluruh rakyat Indonesia.'
Ia juga menambahkan bahwa rangkaian acara telah dirancang dengan semangat inklusif, dengan tujuan untuk menjadikan perayaan ini sebagai 'pesta rakyat'.
Momen tersebut sejalan dengan upaya untuk membangun peradaban HAM yang lebih kuat di masyarakat Indonesia.
Penghargaan pada Puncak Peringatan
Selama puncak peringatan, KemenHAM RI akan memberikan penghargaan kepada individu dan lembaga yang berkontribusi dalam bidang demokrasi dan HAM. Penghargaan juga diberikan untuk kabupaten/kota yang peduli terhadap HAM.
Selain itu, Penilaian Kepatuhan HAM bagi instansi pemerintah akan diluncurkan, bersama dengan pengangkatan Jabatan Fungsional Analis HAM melalui mekanisme inpassing.
Sebelumnya, berbagai lomba telah melibatkan masyarakat luas, termasuk pelajar dari seluruh Indonesia, dengan para juara mendapatkan penghargaan langsung pada acara puncak ini.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: