Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Muhammad Syafii, mengungkapkan rencana penetapan 2 Desember sebagai hari libur nasional, usulan yang diajukan oleh panitia Reuni 212.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Usulan ini akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk pertimbangan lebih lanjut, dengan harapan dapat memperkuat persatuan umat.
Pernyataan Wamenag Mengenai Usulan Libur Nasional
Dalam sambutannya, Wamenag Muhammad Syafii menyatakan, "Tapi apakah bisa atau tidak, itu harus saya sampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto." Pernyataan ini menekankan bahwa keputusan akhir tentang usulan tersebut berada di tangan presiden.
Syafii juga mengindikasikan bahwa ia tidak bisa memberikan jawaban pasti mengenai usulan ini, namun menunjukkan bahwa pemerintah memperhatikan aspirasi masyarakat terhadap penetapan hari libur nasional.
Harapan di balik usulan ini adalah untuk memperkuat persatuan umat, serta memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dan merayakan hari tersebut.
Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat
Usulan Resmi dari Panitia Reuni 212
Ketua Organizing Committee (OC) Reuni 212, Habib Muhammad bin Husein Al Atthas, memaparkan usulannya dalam acara yang berlangsung di Monas. Ia mengusulkan, "Bagaimana kalau 212, acara momentum besar ini, 2 Desember, kita usulkan jadi Hari Ukhuwah Indonesia. Setuju tidak?"
Usulan ini mendapat sambutan positif dari peserta yang hadir, yang menilai bahwa penetapan hari libur nasional bisa menjadi dukungan nyata terhadap persatuan umat.
Habib Muhammad menekankan bahwa kegiatan besar ini perlu diakui secara resmi oleh pemerintah. Ia juga menyampaikan, "Jadi 2 Desember jadi libur nasional, setuju tidak? Kira-kira kalau usul, boleh enggak?" Ini menunjukkan antusiasme yang kuat dari massa yang hadir.
Makna Hari Ukhuwah Indonesia dan Harapannya
Habib Muhammad berkomitmen bahwa penetapan 2 Desember sebagai hari libur nasional dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan di Indonesia. Momen ini diharapkan dapat mengumpulkan masyarakat dari berbagai daerah setiap tahunnya untuk memperingati Reuni 212.
Ia menegaskan, "Jadi 2 Desember libur. Insya Allah, tiap mau harinya jatuh Senin, Selasa, Rabu, tetap hari libur nasional, kita tetap bisa kumpul di Monas. Setuju?"
Pentingnya momen ini terletak pada menjaga NKRI melalui persatuan umat, di mana Habib Muhammad mengajak pemerintah untuk mempertimbangkan usulan ini demi kebaikan bersama.
Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: