Jackie Chan, aktor laga terkenal, kembali dihebohkan dengan berita bohong mengenai kematiannya. Rumor ini beredar luas setelah sebuah unggahan di Facebook mengclaim dirinya telah meninggal dunia akibat komplikasi cedera.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Asal Usul Rumor Kematian
Rumor ini dimulai dari unggahan viral yang menyatakan, 'Jackie Chan, 71, meninggal dunia setelah berjuang melawan komplikasi akibat cedera di lokasi syuting selama puluhan tahun – keluarga mengonfirmasi kehilangan yang memilukan di tengah penghormatan dari para legenda Hollywood.'
Perlu dicatat bahwa pernyataan ini diduga bersumber dari gambar hasil rekayasa kecerdasan buatan yang telah beredar.
Sebagian besar akun media sosial yang menyebarkan informasi tersebut tidak melakukan verifikasi, sehingga menimbulkan kepanikan di kalangan penggemar.
Belakangan, rumor semakin meluas dengan berita lain yang mengatakan Jackie Chan telah meninggal setelah berbulan-bulan menjalani perawatan.
Reaksi dari Penggemar dan Netizen
Berita hoaks ini tentu saja mengguncang para penggemar Jackie Chan yang sangat khawatir dengan kondisi kesehatan sang aktor.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Salah satu pengguna media sosial menanggapi dengan, 'Apakah Jackie Chan benar-benar mati atau kalian hanya main-main?'
Pengguna lain juga tampak tertekan, seperti diungkapkan, 'Kenapa ada yang posting kalau Jackie Chan meninggal???? Hampir merusak hariku. Aduh, aku stres banget.'
Kepanikan yang ditunjukkan para netizen memperlihatkan betapa cepatnya informasi tidak terverifikasi dapat menyebar dan mempengaruhi emosi publik.
Sejarah Rumor Kematian Jackie Chan
Ini bukan pertama kalinya Jackie Chan menjadi sasaran rumor kematian. Pada 2015, ia mengkonfirmasi kabar serupa dengan pernyataan, 'Saya terkejut oleh dua laporan berita ketika saya turun dari pesawat. Pertama-tama, jangan khawatir! Saya masih hidup.'
Dalam pernyataannya, ia juga menghimbau publik untuk waspada terhadap penipuan yang menggunakan namanya di media sosial.
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya verifikasi informasi, terutama yang berkaitan dengan berita sensitif yang dapat memengaruhi banyak orang.
Dengan segala dampak dari berita hoaks ini, masyarakat kembali diingatkan untuk tidak asal percaya pada informasi yang beredar tanpa sumber yang jelas.
Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: