PT Kereta Api Indonesia (Persero) meluncurkan rencana untuk menambah 23 rangkaian kereta pada layanan KRL Commuter Line di Jabodetabek. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas transportasi publik di wilayah tersebut.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dari tambahan tersebut, 12 unit akan diproduksi oleh PT Industri Kereta Api (INKA) dan 11 unit dari produsen asal China, dengan delapan rangkaian sudah beroperasi dan tiga lainnya dalam proses uji teknis.
Pengadaan Rangkaian KRL
Dalam upaya memperkuat layanan transportasi publik, PT KAI telah memesan sejumlah rangkaian kereta dari INKA dan produsen China. Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI, mengungkapkan, "Kita sudah order kepada INKA 12 train set, kita sudah order kepada China itu 11 train set," menekankan komitmen untuk meningkatkan kualitas transportasi.
Dari total pemesanan kepada China, sebanyak delapan rangkaian telah beroperasi sepenuhnya. Tiga rangkaian lainnya saat ini sedang menjalani proses technical qualification dan ditargetkan untuk segera beroperasi.
Diharapkan jumlah total rangkaian yang beroperasi akan mencapai 11 unit sebelum akhir tahun ini. "Di bulan ini kita akan operasikan tiga lagi, jadi total sampai akhir tahun kita akan operasikan 11," tambah Bobby.
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Uji Teknis dan Target Operasional
Sebanyak empat dari 12 rangkaian yang diproduksi oleh INKA sudah diterima dan sedang dalam tahap uji teknis. Bobby berencana untuk memastikan semua rangkaian tersebut beroperasi penuh pada pertengahan tahun depan.
Ia menyampaikan, "Target dengan kereta INKA sampai dengan pertengahan tahun depan sudah akan beroperasi 12," yang menunjukkan keseriusan PT KAI dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi yang optimal.
Dengan bertambahnya armada ini, diharapkan kapasitas angkut penumpang, khususnya pada jam sibuk, dapat meningkat. Hal ini merupakan langkah nyata mengikuti arahan Presiden RI agar transportasi publik semakin optimal.
Kepedulian Pihak Terkait
Bobby juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menunjukkan perhatian tinggi terhadap kenyamanan penumpang KRL. "Beliau sampaikan bahwa harus senyaman mungkin, tadi saya jelaskan juga bahwa sekarang itu pada jam sibuk, KRL kita itu sudah berdempet-dempetan," ujarnya.
Dengan penambahan armada, diharapkan efek positif bagi masyarakat segera dirasakan. Penambahan gerbong diharapkan mampu meredakan kepadatan penumpang, sehingga perjalanan lebih nyaman.
Sebelumnya, Direktur Utama KAI yang lalu, Didiek Hartantyo, juga menghimbau mengenai pemesanan delapan rangkaian kereta tambahan dari pabrikan China, CRRC Sifang, yang direncanakan mulai dikirim ke Indonesia pada 2025.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: