Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mendalami kemungkinan penggelembungan anggaran pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pernyataan ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam wawancara dengan wartawan baru-baru ini.
Penyelidikan KPK dan Konfirmasi Dugaan
Asep Guntur Rahayu mengungkapkan bahwa penyelidikan terhadap proyek Whoosh telah memasuki tahap penyelidikan, meskipun detail lebih lanjut belum dapat diungkapkan kepada publik.
KPK biasanya melakukan proses ini secara tertutup untuk menjaga keakuratan data dan informasi yang dikumpulkan.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Pernyataan Mahfud MD dan Imbauan KPK
Sebelumnya, Mahfud MD dalam vlognya mengatakan bahwa biaya per kilometer untuk kereta Whoosh di Indonesia sebesar 52 juta dollar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan biaya di China yang hanya sekitar 17-18 juta dollar AS.
Ia mempertanyakan, "Naik tiga kali lipat, ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana?" menandakan bahwa isu ini perlu diselidiki lebih lanjut.
Respons Mahfud MD Terhadap KPK
Menanggapi imbauan KPK untuk melaporkan dugaan tersebut, Mahfud MD mengkritik bahwa permintaan laporan dari masyarakat adalah hal yang tidak biasa bagi aparat penegak hukum.
Ia menambahkan, "Di dlm hukum pidana, jika ada informasi ttg dugaan peristiwa pidana mestinya aparat penegak hukum (APH) langsung menyelidiki, bukan minta laporan. Bisa jg memanggil sumber info utk dimintai keterangan."
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: