Senin, 27 OKTOBER 2025 • 16:20 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Fokus Penyerapan Anggaran Tanpa Ganggu Kementerian Lain

Author

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Fokus Penyerapan Anggaran Tanpa Ganggu Kementerian Lain

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa ia tidak mengganggu program kementerian lain dalam Kabinet Merah Putih.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Ia menekankan pentingnya penyerapan anggaran yang cepat untuk menghindari kerugian negara akibat inefisiensi penggunaan anggaran.

Penegasan Purbaya tentang Tanggung Jawab Anggaran

Dalam acara Hari Keuangan Nasional di Jakarta, Purbaya mengungkapkan, "Saya enggak ganggu program kerja kementerian yang lain. Saya pastikan saja anggaran yang mereka desain, diserap, itu saja." Pernyataan ini menunjukkan komitmennya untuk memastikan setiap anggaran yang dirancang kementerian dapat dimanfaatkan dengan baik.

Dia juga menambahkan, "Lu bikin program, ya lu serap (anggarannya). Karena setiap rupiah yang enggak kita pakai, itu saya harus bayar bunga." Ketidaknormalan pemakaian anggaran berdampak langsung pada beban bunga yang harus dilunasi oleh pemerintah.

Contoh konkret yang dia berikan adalah kewajiban membayar bunga sebesar Rp24 triliun per tahun dari total Rp400 triliun uang pemerintah yang tidak terpakai dan terparkir di Bank Indonesia. Hal ini menjadi dorongan jelas bagi Purbaya untuk meminta kementerian lain agar cepat membelanjakan anggaran mereka.

Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024

Peran Satgas dan Program Strategis Pemerintah

Menteri Keuangan juga menyoroti peluncuran Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) yang bertujuan untuk meningkatkan pemantauan penyerapan anggaran kementerian. Satgas ini baru saja diluncurkan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada Rabu (22/10).

Purbaya menyatakan, satgas ini akan melakukan pemantauan penyerapan anggaran kementerian setiap minggunya agar proses penggunaan anggaran yang direncanakan lebih jelas dan cepat.

Ia menegaskan, "Saya hanya bisa mengancam (Badan Gizi Nasional). Saya hanya bisa ngomong ke dia, belanjain tepat waktu. Kalau gak belanjain tepat waktu, gak tepat sasaran, saya ambil uangnya." Pernyataan ini menyoroti keseriusan Purbaya terhadap pengawasan penggunaan anggaran demi memastikan hasil yang maksimal.

Menanggapi Kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis

Purbaya juga memberikan komentar mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah mendapat perhatian banyak pihak. Ia menekankan bahwa program ini mendukung dua dari tiga pilar Sumitronomics, yaitu pemerataan pembangunan dan kecepatan pertumbuhan.

"Kalau Anda lihat tiga pilar Sumitronomics, pemerataan pembangunan, stabilitas, dan kecepatan pertumbuhan yang tinggi, yang dua itu adalah sebetulnya didukung oleh MBG," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan program-program tersebut dengan optimal sesuai dengan permintaan Presiden Prabowo Subianto agar dapat mencapai target yang ditetapkan.

Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU