Minggu, 26 OKTOBER 2025 • 17:32 WIB

Pengembangan Sistem AI untuk Pengawasan Transaksi Kepabeanan

Author

Pengembangan Sistem AI untuk Pengawasan Transaksi Kepabeanan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengembangkan sistem Artificial Intelligence (AI) untuk mengawasi pelanggaran dalam transaksi kepabeanan. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan dan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi serta efektivitas pelayanan di Bea Cukai.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Dengan penerapan AI, diharapkan Bea Cukai bisa memaksimalkan penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan mengurangi potensi pelanggaran yang terjadi dalam sistem saat ini.

Pengembangan Sistem AI

Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa sistem AI yang sedang dikembangkan di Bea Cukai akan dirancang untuk memantau berbagai bentuk pelanggaran dan kecurangan yang kerap terjadi dalam transaksi kepabeanan. "Dalam 3 bulan ke depan kita akan kembangkan sistem AI yang lebih siap di Bea Cukai. Kalau sampai AI bisa mulai menganalisa 3 bulan ke depan, sudah (selesai)," ungkapnya saat ditemui di kantornya.

Sistem ini tidak hanya akan beroperasi secara mandiri, tetapi juga terintegrasi dengan sistem yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Integrasi ini bertujuan untuk memperkuat penerimaan negara dari pajak dan kepabeanan, sehingga manfaatnya bisa lebih optimal.

Meski yakin bahwa pengembangan membutuhkan waktu lebih dari tiga bulan, Purbaya optimis akan hasil yang signifikan. "Tapi yang jelas dalam beberapa bulan ke depan harusnya penerimaan Bea Cukai akan lebih efisien daripada sekarang," tambahnya.

Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi

Tujuan dan Arahan Presiden

Purbaya Yudhi Sadewa berharap pengembangan sistem AI ini dapat mendukung arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Arahan tersebut berkaitan dengan upaya menghilangkan praktik kecurangan dalam kepabeanan, yang dinilai merugikan pendapatan negara dan menciptakan ketidakadilan di pasar.

"Tidak ada kendala di Bea Cukai. Cuma saya ingin melihat seberapa canggih sih sistem punya Bea Cukai. Bisa nggak saya optimalkan untuk mengurangi yang dikritik Pak Presiden, under invoicing," jelas Purbaya. Ini menunjukkan dedikasinya untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses administrasi kepabeanan.

Implementasi teknologi AI di sektor ini diharapkan bisa menciptakan sistem yang lebih transparan, sehingga potensi terjadinya kecurangan dapat ditekan secara signifikan.

Harapan untuk Masa Depan

Purbaya juga mengingatkan pentingnya pengawasan dan evaluasi yang cermat dalam penerapan sistem baru ini. Tujuannya adalah untuk memastikan sistem berfungsi optimal dan melindungi kepentingan negara.

Dengan sistem yang lebih baik, diharapkan tidak hanya sektor kepabeanan, tetapi juga perpajakan akan semakin tertib dan transparan. Penggunaan teknologi seperti AI akan menjadi kunci dalam mencapai visi ini.

Sebagai penutup, Purbaya menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari transformasi digital yang lebih luas dalam pemerintahan. Tujuannya adalah untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih baik dan lebih efektif.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU