Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengadakan audiensi dengan Himpunan Alumni Santri Pondok Pesantren Lirboyo dan Trans7 pada Kamis, 16 Oktober 2025, di ruang rapat Komisi IV, Senayan, Jakarta.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Rapat ini fokus pada penayangan program siaran Xpose Uncensored yang menuai controversial dan tanggapan dari masyarakat.
Pernyataan dan Tindakan dari Pihak Trans7
Direktur Utama Trans7, Atiek Nur Wahyuni, menyampaikan permohonan maaf atas tayangan Xpose Uncensored yang dianggap sebagai kelalaian. "Kami Trans7 dengan segala kerendahan hati memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian dalam penayangan program Xpose Uncensored 13 Oktober 2025," ungkap Atiek.
Dalam audiensi itu, beliau menegaskan pihaknya tidak akan menayangkan kembali program tersebut. "Trans7 telah menghentikan program Xpose Uncensored dari seluruh saluran penyiaran, baik siaran televisi, media sosial, maupun platform digital resmi Trans7 lainnya," tuturnya.
KPI dan Tindakan Audit
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Ubaidillah, turut hadir dalam audiensi dan menjelaskan pentingnya langkah tegas terhadap pelanggaran siaran. Cucun Ahmad Syamsurizal, Wakil Ketua DPR RI, juga mengapresiasi tindakan KPI dalam menjatuhkan sanksi terhadap program tersebut.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
"DPR RI meminta kepada kementerian Komdigi dan Komisi Penyiaran Indonesia untuk bersama-sama melakukan audit mengevaluasi izin hak siar dari Trans7," tegas Cucun.
DPR RI meminta agar Komdigi dan KPI juga merespons reaksi masyarakat terkait tayangan yang dianggap tidak sesuai. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya DPR RI dalam menangani isu ini.
Peran Pondok Pesantren dalam Pembentukan Karakter
Perwakilan Pondok Pesantren Lirboyo Jabodetabek, Agus Salim, berpendapat bahwa pesantren memiliki peran vital dalam menciptakan generasi muda yang berakhlak baik. "Kalau sudah tidak ada pesantren, saya tidak bisa jamin bangsa Indonesia mau bagaimana ke depannya, karena adab, akhlak sudah kita lihat terlebih di Jakarta," ujarnya.
Agus menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan kontribusi pesantren dalam membentuk karakter generasi mendatang. Suaranya menggambarkan kepedulian yang mendalam terhadap masa depan bangsa.
Atiek menuturkan bahwa demi mencegah kejadian serupa, Trans7 berkomitmen untuk meningkatkan standar kontrol dalam setiap tayangan. Hal ini menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas siaran.
Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: