Ibrahim Sjarief bin Husein Ibrahim Assegaf Suami Najwa Shihab Meninggal Dunia. (Foto: Istimewa)
HYPEVOX – Pada hari Selasa, 20 Mei 2025, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan kabar duka. Ibrahim Sjarief bin Husein Ibrahim Assegaf, suami dari jurnalis terkenal Najwa Shihab, telah meninggal dunia. Kabar ini pertama kali disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, melalui pesan singkat.
Ibrahim memiliki peran penting baik sebagai kepala keluarga maupun sebagai Komisaris Utama di Narasi TV yang didirikan oleh Najwa.
Ibrahim Sjarief meninggal di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) di Jakarta pada pukul 14.29 WIB. Kabar ini menyedihkan dilakukan dalam situasi yang sangat mengejutkan bagi keluarganya, teman-teman, dan para penggemar. atau lawan politiknya.
Pemakaman dan Rangkaian Tahlilan
Setelah kabar meninggalnya Ibrahim, keluarga segera mempersiapkan pemakaman yang dijadwalkan pada Rabu, 21 Mei 2025, di TPU Jeruk Purut. Keluarga juga menggelar tahlilan sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum.
Tahlilan menjadi tradisi yang sering dilakukan di Indonesia dalam rangkaian berkabung. Ini adalah cara manis untuk mengenang dan menunjukkan rasa cinta kepada orang yang telah pergi. Dalam konteks ini, para sahabat dan kolega juga dipastikan akan hadir guna memberikan dukungan.
Ibrahim yang Selalu Mendukung Najwa Shihab
Ibrahim Sjarief tidak hanya dikenal sebagai suami Najwa Shihab, tetapi juga sebagai sosok yang selalu mendukung karirnya. Dalam berbagai kesempatan, Ibrahim terlihat mendampingi Najwa dalam aktivitas publik, memberikan dukungan penuh terhadap semua upaya Najwa dalam dunia jurnalistik. Keberadaan Ibrahim sangat berarti bagi Najwa, yang selama ini dikenal sebagai figur feminin kuat di dunia media.
Mereka menikah pada tahun 1997 dan memiliki seorang putra, Izzat Assegaf, yang kini berusia 24 tahun. Keduanya menunjukkan betapa cinta dan dukungan menjadi salah satu fondasi penting dalam menjalani kehidupan bersama.
Kenangan Bersama Ibrahim
Bagi banyak orang yang mengenal Ibrahim, dia dikenal sebagai sosok yang ramah dan bersahabat. Banyak kenangan indah terukir bersama para sahabat, dan selamanya akan dikenang dalam perjalanan hidup mereka. Ibrahim tidak hanya menjadi suami bagi Najwa, tetapi juga mentor dan sahabat bagi banyak orang.
Kepergilannya meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga, terutama bagi Najwa dan anaknya, Izzat. Mereka akan selalu merindukan sosok Ibrahim yang begitu berarti dalam hidup mereka.
Saat berkumpul bersama untuk merayakan hidup almarhum, banyak orang merasakan betapa berartinya keberadaan Ibrahim dalam hidup mereka. Momen ini bukan hanya tentang berduka, tetapi juga tentang saling menguatkan dan berbagi kenangan indah. Ini juga pegangan bagi banyak orang tentang bagaimana menghadapi kehilangan dan bertumbuh bersamanya.
Momen seperti ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menghargai setiap detik yang kita miliki dengan orang-orang tersayang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: