Ibrahim Sjarief bin Husein Ibrahim Assegaf Suami Najwa Shihab Meninggal Dunia. (Foto: Istimewa)
HYPEVOX – Ibrahim Sjarief Assegaf, suami dari jurnalis ternama Najwa Shihab, meninggal dunia pada tanggal 20 Mei 2025, setelah berjuang melawan stroke. Kehilangan sosok yang dicintainya membuat Najwa dan keluarganya berduka yang mendalam.
Prosesi pemakaman Ibrahim yang berlangsung di TPU Jeruk Purut berlangsung dengan suasana penuh haru, ditambah dengan hujan yang mengguyur area pemakaman, memberi tanda bahwa Ibrahim adalah orang yang dicintai oleh Tuhan. Hanya butuh beberapa momen untuk merenungkan kehidupan dan pengaruh Ibrahim selama ini.
Ibrahim Sjarief Assegaf: Sebuah Mengenang
Ibrahim bukan hanya seorang suami tetapi juga seorang ayah yang menyayangi, yang dikenal akan cinta dan komitmennya kepada Najwa dan anak mereka, Izzat. Setelah melewati perjalanan kehidupan yang tidak sedikit, Ibrahim diingat sebagai pribadi yang berprestasi di bidang hukum dan sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW.
Momen pernikahan mereka melewati berbagai tantangan dan diwarnai dengan kebahagiaan, yang tentu saja menciptakan kenangan indah bagi Najwa.
Reaksi Najwa Shihab Setelah Kehilangan
Dalam tahap awal setelah kepergian suaminya, Najwa Shihab tampak menerima kenyataan dengan penuh keikhlasan. Menurut Quraish Shihab, ayah Najwa, sang putri telah menunjukkan sikap pasrah dan legawa. Hal ini menunjukkan kekuatan yang luar biasa di tengah kesedihan yang mendalam. Sebagai seorang jurnalis dan tokoh publik, Najwa juga memahami pentingnya berbagi perasaan dan kondisinya kepada publik, tanpa menghilangkan sisi kemanusiaan dari duka yang dirasakannya.
Keberadaan Quraish Shihab Dalam Proses Duka
Sebagai seorang ayah, Quraish Shihab berperan penting dalam memberikan dukungan kepada Najwa di masa sulit ini. Penuh kasih sayang, ia berbicara tentang seberapa berartinya Ibrahim bagi keluarga dan tentunya bagi Najwa.
Melalui pandangannya, Quraish menunjukkan bahwa meskipun sakit dan kehilangan itu sulit, keluarga akan selalu ada untuk mendukung satu sama lain, membantu mengatasi kesedihan ini berat berlalu.
Dukungan dari Lingkungan sekitar
Di tengah situasi seperti ini, dukungan dari teman-teman dan rekan-rekan terdekat sangat penting. Beberapa tokoh publik, termasuk musisi dan rekan seprofesi Najwa, datang untuk melayat, menunjukkan betapa banyaknya orang yang peduli terhadap Najwa dan keluarganya.
Hal ini menjadi pengingat bahwa dalam kesedihan, selalu ada tangan-tangan yang siap membantu untuk mengangkat semangat.
Melanjutkan Hidup Setelah Berduka
Kini, Najwa berfokus untuk melanjutkan hidup demi anaknya dan pada proyek-proyeknya ke depan. Meskipun melewati masa-masa sulit, keberanian untuk terus berjalan dan menjadikan Ibrahim sebagai inspirasi dalam hidupnya menjadi salah satu cara Najwa untuk menghormati dan mengenang suaminya.
Ia akan terus berjuang, sekaligus menjaga kenangan manis bersama Ibrahim tetap hidup dalam hati mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: