Senin, 30 JUNI 2025 • 16:43 WIB

Ngabuburit: Tradisi Menunggu Berbuka yang Mendunia

Author

Generated by Journalist AI

HYPEVOX – Ngabuburit adalah tradisi unik menjelang buka puasa yang kian dikenal luas di Indonesia dan kini semakin populer berkat media sosial. Berbagai aktivitas ngabuburit mulai dibagikan oleh masyarakat, dari memasak makanan khas hingga bermain game seru.

Momen ngabuburit yang sederhana ini tidak hanya menjadi bagian dari budaya lokal, melainkan menyebar ke berbagai belahan dunia, mengubah cara orang menanti waktu berbuka selama bulan Ramadan.

Asal Usul Tradisi Ngabuburit

Ngabuburit berasal dari bahasa Sunda yang berarti ‘menghabiskan waktu sore’ sebelum waktu berbuka puasa tiba. Tradisi ini sudah ada sejak lama, biasanya dilakukan menjelang Maghrib selama bulan Ramadan.

Pada saat itu, banyak orang berkumpul, saling berbagi cerita, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan menunggu waktu berbuka. Ngabuburit juga menjadi kesempatan untuk menjalin silaturahmi dengan sesama.

Seiring berjalannya waktu, ngabuburit diisi dengan berbagai kegiatan seperti olahraga, berburu kuliner, dan menikmati hiburan musik atau pertunjukan seni.

Perkembangan Ngabuburit di Era Digital

Dengan meningkatnya penggunaan media sosial, khususnya TikTok, budaya ngabuburit mulai menemukan bentuk modernnya. Konten kreator kini berlomba-lomba menciptakan video menarik tentang kegiatan ngabuburit mereka.

Video ini bervariasi, mulai dari cara memasak menu buka puasa yang unik hingga tantangan lucu saat menunggu berbuka. Hal ini menjadikan ngabuburit bukan hanya sebagai kegiatan lokal, tetapi juga tren global.

Fenomena ini menginspirasi orang di luar Indonesia untuk menciptakan konten serupa dan mencoba menjalani budaya ngabuburit.

Dampak Globalisasi Budaya Ngabuburit

Dengan banyaknya konten viral, ngabuburit kini tidak terikat pada satu negara. Negara lain mulai mengadopsi konsep ngabuburit sebagai momen berkumpul dengan teman dan keluarga.

Beberapa negara merayakan dengan cara mereka sendiri, menambahkan elemen lokal ke aktivitas ngabuburit. Misalnya, membuat makanan khas mereka untuk berbuka puasa sambil bersantai dengan komunitas.

Namun, meskipun kebudayaan ini berkembang, penting untuk memastikan bahwa kita tetap menghargai dan melestarikannya sebagai bagian dari identitas budaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU