HYPEVOX – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan memutuskan untuk membatalkan demo yang direncanakan pada hari ini, Selasa (2/9). Keputusan ini diambil setelah melihat kondisi di Jakarta yang dinilai belum kondusif untuk melakukan unjuk rasa.
Alasan Pembatalan Aksi
Rencana aksi BEM SI Kerakyatan yang sebelumnya ramai dibahas di media sosial membawa 11 tuntutan, di antaranya pengesahan UU Perampasan Aset. Namun, Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan, Muhammad Ikram, menegaskan bahwa kerusuhan yang terjadi di Jakarta memaksa mereka untuk mengambil langkah mundur.
“Melihat kondisi di wilayah Jakarta dan beberapa daerah yang semakin abstrak dan tidak kondusif karena banyaknya kerusuhan, itu adalah tindakan yang jauh dari harapan kami,” ujar Ikram dengan tegas.
Kondisi Keamanan di Jakarta
Aksi unjuk rasa di Jakarta dan beberapa daerah lain telah berlangsung beberapa hari dan ditandai dengan sejumlah kekerasan. Dilaporkan, ratusan pengunjuk rasa mengalami luka-luka dan delapan orang kehilangan nyawa akibat kericuhan tersebut.
Polda Metro Jaya mencatat telah mengamankan 1.240 individu yang diduga terlibat dalam tawuran di sekitar gedung MPR/DPR RI, menambah daftar panjang insiden kekerasan yang terjadi.
Rencana Aksi Selanjutnya
Walaupun demonstrasi hari ini dibatalkan, Ikram memastikan bahwa BEM SI Kerakyatan masih memiliki rencana untuk melanjutkan aksi di waktu yang lebih tepat. “Daripada itu kami memilih untuk mundur selangkah dan memastikan kalau tetap bakal ada aksi di waktu yang tepat guna tersampaikannya aspirasi dan keresahan ini dengan baik,” jelasnya.
Pernyataan ini menggambarkan komitmen BEM SI Kerakyatan untuk tetap menyuarakan hak-hak mahasiswa, meskipun dalam kondisi yang menantang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: