Tragedi Kecelakaan KRL di Bekasi Timur: Tiga Kereta Terlibat dan Banyak Korban Jiwa
Kecelakaan tragis melibatkan Kereta Api Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, menewaskan sejumlah orang.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Insiden ini bermula saat sebuah taksi Green SM terjerat di perlintasan rel, menjadi penyebab awal kecelakaan yang lebih besar.
Pada malam Senin (27/4), sekitar pukul 20.57 WIB, sebuah taksi Green SM terjebak di perlintasan rel di daerah Bulak Kapal, Bukit Duri, dan ditabrak oleh KRL.
Akibat benturan ini, perjalanan commuter line dari Jakarta menuju Cikarang terhambat, dan kendaraan taksi yang terjebak menjadi titik awal dari insiden lebih besar.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Setelah KRL berhenti, KA Argo Bromo Anggrek yang datang dari belakang tidak dapat menghentikan laju dan menabrak KRL.
Benturan ini menyebabkan kerusakan parah pada bagian belakang KRL, bahkan lokomotif KA Argo Bromo Anggrek dapat masuk ke badan gerbong KRL.
Franoto Wibowo, Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta, menjelaskan bahwa kecelakaan itu bermula dari taksi yang terjebak di perlintasan dekat Bulak Kapal.
Perusahaan taksi Green SM Indonesia menyatakan, 'Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.'
Data terbaru menunjukkan, hingga Selasa (28/4), tercatat 14 orang meninggal akibat insiden ini, dan korban selamat mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: