Penemuan Cadangan Gas Raksasa di Kalimantan: Eni Janjikan Pertumbuhan Produksi yang Signifikan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan temuan cadangan gas besar oleh Eni di Kalimantan. Estimasi awal menunjukkan potensi sekitar 5 triliun kaki kubik gas dan 300 juta barel kondensat.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Temuan ini berawal dari sumur eksplorasi Geliga-1 di Cekungan Kutai dan menjanjikan peningkatan produksi yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Bahlil menjelaskan bahwa estimasi awal menunjukkan potensi yang luar biasa. "Saya mau umumkan bahwa Eni baru saja mendapat 1 wk baru giant dari Geliga yang menghasilkan 5 TCF untuk gas dan kita mendapat kondensat 300 juta barel minyak," ungkap Bahlil.
Produksi gas di lokasi saat ini berkisar antara 600-700 juta kaki kubik per hari. Namun, diproyeksikan bahwa produksi dapat meningkat menjadi 2.000 MMSCFD pada tahun 2028.
Pada tahun 2030, diperkirakan produksi gas akan meningkat hingga 3.000 MMSCFD. Selain itu, pengembangan kondensat juga akan dimulai seiring dengan peningkatan produksi gas.
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Sumur Geliga-1 dibor hingga kedalaman total sekitar 5.100 meter dengan kedalaman laut sekitar 2.000 meter. Temuan ini merupakan bagian dari kesuksesan eksplorasi di Cekungan Kutai, setelah sebelumnya ditemukan cadangan gas Geng North.
Lokasi Geliga-1 berjarak sekitar 20 km dari Geng North, semakin menguatkan potensi besar di daerah tersebut. Temuan ini juga memperkuat keyakinan akan skalabilitas sumber daya gas yang ada.
Terdapat juga gas Gula dengan potensi 2 TCF gas dan 75 juta barel kondensat, yang menambah kapasitas pengembangan sumber daya di kawasan ini.
Pada Maret 2026, Eni mengumumkan Final Investment Decision (FID) untuk proyek gas laut dalam senilai sekitar US$ 15 miliar. Keputusan ini mencerminkan komitmen Eni untuk mengembangkan proyek gas di Indonesia.
Proyek ini mencakup pengembangan dua ladang besar, Gendalo-Gandang (South Hub) dan Geng North-Gehem (North Hub). Eni berharap untuk memanfaatkan teknologi produksi laut dalam yang efisien.
Proyek North Hub juga akan memanfaatkan fasilitas produksi terapung (FPSO) baru, mampu memproses 1 miliar kaki kubik gas per hari dan 90.000 barel kondensat per hari.
Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: