BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 21 APRIL 2026 • 11:03 WIB

Menggali Peran Perempuan di Hari Kartini 2026: Dari Penggerak ke Penentu Arah Bangsa

Menggali Peran Perempuan di Hari Kartini 2026: Dari Penggerak ke Penentu Arah BangsaMenggali Peran Perempuan di Hari Kartini 2026: Dari Penggerak ke Penentu Arah Bangsa

Hari Kartini tahun 2026 mengangkat tema penting tentang peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa perempuan kini tak hanya sebagai objek, namun berperan aktif dalam menentukan arah Indonesia.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam

Dalam pernyataan resmi, Puan mengajak masyarakat untuk menghargai kontribusi perempuan dalam sejarah dan memastikan perspektif mereka terlibat dalam setiap pengambilan keputusan di negeri ini.

Perempuan sebagai Subjek Aktif

Puan Maharani mengajak semua pihak untuk memandang perempuan sebagai subjek aktif dalam perjalanan bangsa. "Perempuan Indonesia sudah tidak perlu membuktikan bahwa mereka mampu," katanya, menyoroti bahwa kualitas dan kontribusi mereka sudah jelas.

Puan menyatakan bahwa yang perlu dipertanyakan saat ini bukan lagi 'apakah perempuan mampu?', tetapi 'seberapa jauh dan dengan sistem seperti apa perempuan bisa berkontribusi?'.

Dia menjelaskan bahwa Hari Kartini seharusnya menjadi momen untuk menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa, dengan menegaskan, "Di Hari Kartini, kita menegaskan kembali bahwa perempuan bukanlah objek, tapi subjek aktif yang ikut menentukan cerita perjalanan Republik Indonesia."

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Kepemimpinan dan Peran Perempuan dalam Pembangunan

Puan mengajak semua pihak untuk menghargai peran perempuan dalam proses pembangunan, bukan sekadar sebagai kebijakan afirmatif. Ia menekankan, "Menyertakan perempuan merupakan kesadaran atas penghargaan harkat dan martabat manusia dan pilihan yang benar untuk menguatkan daya dari bangsa Indonesia itu sendiri."

Puan juga menyoroti pentingnya pengakuan terhadap pengalaman hidup perempuan yang unik. "Pengalaman hidup unik dari perempuan telah menempatkan kita seperti sinonim dengan istilah 'Merawat Kehidupan'," jelasnya.

Lebih lanjut, Puan menekankan bahwa peran aktif perempuan sudah terbukti dalam berbagai bidang dan penting untuk terus dilibatkan dalam pengambilan keputusan. "Apa yang kita perlu lakukan sekarang adalah kita harus bersama-sama memastikan bahwa keunikan pengalaman hidup perempuan akan terus dihadirkan dalam berbagai proses pengambilan keputusan," tegasnya.

Refleksi Perjuangan dan Harapan untuk Masa Depan

Puan juga mengingatkan bahwa RA Kartini adalah salah satu simbol perjuangan perempuan untuk perubahan sistem. Ia mengungkapkan, "Kartini tidak menunggu sistemnya sempurna untuk mulai menulis. Ia menulis, dan sistemnya berubah."

Dalam konteks saat ini, Puan menegaskan bahwa perempuan harus menjadi penggerak perubahan, bukan hanya menunggu kesempatan. "Perempuan-perempuan Indonesia hari ini tidak sedang menunggu. Mereka sudah memimpin, sudah merawat, sudah mengubah," ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Puan menekankan pentingnya sinergi antara laki-laki dan perempuan dalam pembangunan bangsa. "Karena bangsa yang ingin terbang tinggi membutuhkan kedua sayapnya yaitu perempuan dan laki-laki untuk dapat bekerja penuh," pungkasnya.

Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menggali Peran Perempuan di Hari Kartini 2026: Dari Penggerak ke Penentu Arah Bangsa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!