Insiden Mengejutkan di Laga Dewa United vs Bhayangkara FC: Kericuhan dan Tendangan Kontroversial
Pertandingan antara Dewa United dan Bhayangkara FC di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-20 pada Minggu (19/4/2026) tidak hanya menyajikan kompetisi yang seru, tetapi juga berakhir dengan kericuhan yang menghebohkan.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Dewa United meraih kemenangan dengan skor 2-1, namun drama di lapangan malah menarik perhatian luas setelah munculnya aksi tendangan yang tidak sesuai dengan aturan.
Dewa United berhasil mengalahkan Bhayangkara FC dengan dua gol yang dicetak oleh Abu Thalib dan Kelvin Ananda Hairulis, sementara Aqilah Lussnah mencetak gol balasan untuk Bhayangkara.
Namun, suasana di lapangan pasca laga berubah menjadi tegang ketika kericuhan melibatkan para pemain dari kedua tim.
Dari cuplikan video yang beredar, terlihat jelas aksi seorang pemain Bhayangkara FC yang melakukan tendangan kungfu, menyentuh bagian leher lawan, yang tentu saja sangat tidak bisa diterima dalam olahraga.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Asisten pelatih Dewa United, Firman Utina, mengekspresikan kekecewaannya melalui Instagram dengan menyanjung pentingnya etika dalam olahraga. Ia mengkritik pelatih kiper Bhayangkara FC, Ferdiansyah, dengan katanya, 'Kamu tuh pelatih, bukan preman. Makanya kursus jangan tidur, supaya belajar sama-sama.'
Tanggapan senada juga datang dari pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, yang menyayangkan insiden ini terjadi dan mengingatkan pentingnya memberikan contoh baik bagi generasi muda yang bermain dalam kompetisi tersebut.
Insiden ini memicu perdebatan di kalangan penggemar dan pelaku olahraga mengenai pentingnya menjaga sportivitas dalam permainan. Aksi seperti yang terjadi menjadi cerminan buruk bagi para atlet muda.
Pihak penyelenggara kompetisi kini menghadapi tantangan untuk memastikan agar fenomena serupa tidak terulang, dan melakukan evaluasi terhadap sikap serta perilaku pemain dalam pertandingan.
Dengan semakin meningkatnya sorotan terhadap olahraga di Indonesia, kejadian ini menjadi pelajaran penting untuk semua pihak untuk lebih menghargai semangat fair play.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: