Perundingan Damai AS-Iran Tertunda, Dilanjutkan di Pakistan Minggu Depan
Negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang direncanakan minggu ini dipastikan tidak berlangsung. Namun, kedua negara akan melanjutkan diskusi mereka di Pakistan pekan depan.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Dua pejabat senior Pakistan menyatakan bahwa AS dan Iran sedang mempersiapkan putaran kedua perundingan di Islamabad, meski situasi diplomatik masih penuh ketegangan.
Meskipun penjadwalan ulang negosiasi, Gedung Putih tetap optimis tentang kemungkinan kesepakatan damai ke depan. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengungkapkan bahwa "diskusi sedang berlangsung dan kami merasa optimistis terhadap prospek kesepakatan."
Leavitt menambahkan bahwa pertemuan tatap muka berikutnya 'sangat mungkin' diadakan di Islamabad, yang sebelumnya juga menjadi lokasi perundingan. Ia menegaskan bahwa Pakistan berperan sebagai mediator utama dalam proses ini.
Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang
Ketegangan di Selat Hormuz, jalur penting bagi pengiriman energi global, semakin meningkat. Lalu lintas kapal tanker minyak diketahui melambat seiring dengan ancaman dari Iran terhadap kapal yang melintas dan respons AS dengan memberlakukan blokade terhadap beberapa pelabuhan Iran.
Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menyatakan bahwa keberlangsungan gencatan senjata terkait erat dengan situasi di Selat Hormuz. Ia juga mengeluhkan minimnya aktivitas di jalur tersebut sebelum mengumumkan kebijakan blokade.
Menyangkut isu perpanjangan gencatan senjata, Leavitt menegaskan bahwa tidak ada permintaan resmi dari AS untuk memperpanjang gencatan yang dijadwalkan berakhir pada hari Selasa. Seorang pejabat senior menyatakan bahwa hingga kini belum ada kesepakatan resmi mengenai perpanjangan.
"Amerika Serikat belum secara resmi menyetujui perpanjangan gencatan senjata. Namun, keterlibatan antara AS dan Iran masih terus berlangsung untuk mencapai kesepakatan," ungkapnya, seraya menambahkan bahwa pembicaraan tetap berlanjut meski ketegangan masih ada.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: