BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 31 MARET 2026 • 14:26 WIB

Serangan Terhadap Konvoi PBB di Lebanon: TNI Kehilangan Dua Anggota

Serangan Terhadap Konvoi PBB di Lebanon: TNI Kehilangan Dua AnggotaSerangan Terhadap Konvoi PBB di Lebanon: TNI Kehilangan Dua Anggota

Dua anggota TNI gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon pada Senin (30/3/2026) akibat serangan yang terjadi di tengah ketegangan tinggi di kawasan tersebut.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR

Insiden ini meningkatkan keprihatinan internasional, khususnya terkait keamanan misi penjaga perdamaian di wilayah yang rawan konflik.

Kronologi Insiden

Insiden tragis ini terjadi di dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan, setelah sehari sebelumnya seorang anggota TNI lainnya tewas akibat serangan proyektil di pangkalan misi di Ett Taibe.

Dua anggota TNI lainnya mengalami luka-luka, dan satu rekan dalam kondisi kritis telah dievakuasi ke Beirut untuk mendapatkan perawatan medis.

UNIFIL menyatakan, "Ini adalah insiden fatal kedua dalam 24 jam terakhir. Kami menegaskan kembali bahwa tidak seorang pun seharusnya harus mati dalam melayani tujuan perdamaian."

Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?

Respons UNIFIL dan PBB

UNIFIL mengungkapkan belasungkawa kepada keluarga para korban dan menegaskan bahwa serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

"Biaya kemanusiaan dari konflik ini terlalu tinggi. Kekerasan, seperti yang telah kami katakan sebelumnya, harus dihentikan," kata UNIFIL dalam pernyataan resmi mereka.

Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, menyatakan bahwa penyelidikan sedang berjalan untuk mengidentifikasi penyebab insiden mematikan ini.

Latar Belakang Ketegangan di Timur Tengah

Ketegangan di Timur Tengah mengalami peningkatan pasca serangan udara oleh AS dan Israel terhadap Iran, yang memicu respon dari Iran terhadap beberapa negara di kawasan ini.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, memperingatkan bahwa krisis ini dapat "memicu rangkaian peristiwa yang tidak dapat dikendalikan di kawasan paling volatil di dunia."

Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jeanine Hennis-Plasschaert, melaporkan bahwa sejak 2 Maret, lebih dari 1.200 orang di Lebanon telah tewas dalam eskalasi permusuhan antara Israel dan Hezbollah.

Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Serangan Terhadap Konvoi PBB di Lebanon: TNI Kehilangan Dua Anggota

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!