BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 11 MARET 2026 • 17:39 WIB

Opsi Penundaan Haji 2026: Pertimbangan Keamanan di Tengah Konfrontasi Global

Opsi Penundaan Haji 2026: Pertimbangan Keamanan di Tengah Konfrontasi GlobalOpsi Penundaan Haji 2026: Pertimbangan Keamanan di Tengah Konfrontasi Global

Kementerian Haji dan Umrah Indonesia sedang menganalisis kemungkinan menunda keberangkatan jemaah haji untuk tahun 2026. Keputusan ini muncul seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Asia Barat yang berpotensi membahayakan keselamatan jemaah.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa situasi keamanan yang belum stabil menjadi faktor utama dalam evaluasi rencana ini. Indonesia berkomitmen untuk memastikan keselamatan para warganya dalam melaksanakan ibadah haji.

Pertimbangan Keselamatan Jemaah

Dalam pertemuan dengan Komisi VIII DPR, Menteri Irfan menegaskan pentingnya mempertimbangkan risiko tinggi bagi jemaah jika keberangkatan tetap dilanjutkan. Ia menyatakan, "Skenario kemungkinan Pemerintah Saudi membuka, namun Indonesia membatalkan keberangkatan, dengan kondisi seperti ini karena risiko keamanan dinilai terlalu besar bagi keselamatan jemaah haji warga negara Indonesia."

Keputusan untuk menunda keberangkatan bukan tanpa konsekuensi, sebab banyak biaya yang telah dibayarkan jemaah untuk akomodasi dan transportasi. Oleh karena itu, penundaan dianggap menjadi solusi agar biaya dapat direncanakan ulang untuk tahun berikutnya.

Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Lobi dengan Pemerintah Arab Saudi

Pemerintah Indonesia tengah melakukan upaya lobi dengan Arab Saudi terkait pengembalian biaya yang telah dibayarkan oleh jemaah. "Sehingga nantinya, semua biaya tersebut bisa digunakan untuk pelaksanaan ibadah haji pada 2027," tambah Irfan.

Meskipun opsi untuk memberangkatkan jemaah masih ada, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Menteri Irfan menekankan perlunya rencana mitigasi demi menjamin keamanan selama perjalanan.

Rencana Mitigasi Keberangkatan

Menteri Irfan menjelaskan strategi mitigasi dengan menyesuaikan rute penerbangan yang lebih aman. "Pemerintah nantinya harus menyiapkan mitigasi jalur udara untuk menjauhi jalur konflik seperti Irak, Syria, Iran, Israel, UAE, dan Qatar," ujarnya.

Ia merekomendasikan pengalihan penerbangan melalui jalur selatan yang memasuki ruang udara Afrika Timur. "Koordinasi dengan pihak GACA Arab Saudi sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan zona penerbangan," imbuh Irfan, yang menyatakan bahwa perubahan rute bisa memperpanjang waktu tempuh.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Opsi Penundaan Haji 2026: Pertimbangan Keamanan di Tengah Konfrontasi Global

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!