Mendagri Ingatkan Masyarakat agar Tidak Khawatir Menjelang Idulfitri
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengajak masyarakat untuk tidak panik membeli kebutuhan pokok menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas
Imbauan ini muncul di tengah kekhawatiran akan kelangkaan dan lonjakan harga, padahal stok kebutuhan pokok aman.
Dalam rapat koordinasi, Mendagri mengungkapkan bahwa stok beras nasional mencapai empat juta ton dan pasokan BBM cukup selama bulan Ramadhan dan Lebaran.
Ia menekankan, "Jadi masyarakat tak usah panic buying, karena justru akan mengganggu rantai pasok makanan."
Selain itu, pemerintah telah menyiapkan skema untuk menangani masalah harga dan pasokan kebutuhan pokok secara efisien.
Instruksi kepada kepala daerah juga diberlakukan untuk memastikan kelancaran distribusi pangan dan energi di daerah masing-masing.
Mendagri Tito meminta masyarakat untuk tidak khawatir berlebihan mengenai pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan sebesar 4,7 persen pada tahun 2025.
Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan
Ia mengungkapkan, "Tahun lalu tarif listrik disubsidi, tapi sekarang harganya kembali stabil. Sementara perhitungan ekonomi kita, masih menggunakan harga listrik subsidi."
Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah memberi perhatian pada stabilitas harga dan pasokan.
Selain itu, ada kebutuhan untuk menjelaskan kapasitas cadangan operasional BBM agar tidak ada kesalahpahaman di masyarakat.
Politisi Nevi Zuairina menjelaskan bahwa panic buying sering kali dipicu oleh ketidakpastian informasi dan psikologi massa.
Ia menandaskan, "Rasa takut masyarakat sering kali lebih besar daripada kondisi sebenarnya," merujuk pada fenomena penimbunan yang menciptakan antrean panjang di SPBU.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: