Prabowo Pimpin Pertarungan Energi Domestik di Tengah Krisis Global
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berkomitmen tinggi untuk mencapai swasembada energi di tengah ketidakpastian global dan potensi konflik internasional.
Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China
Ia menyoroti potensi besar Indonesia dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak dari sumber domestik, dengan fokus pada pengembangan bahan bakar nabati.
Prabowo menyatakan bahwa Indonesia memiliki 'karunia besar' dari Tuhan dalam memenuhi kebutuhan BBM dari produk domestik. Sumber-sumber seperti kelapa sawit dan singkong diharapkan dapat dioptimalkan.
Dalam konferensi pers virtual, Prabowo menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun, pemerintah telah bekerja keras untuk mencapai kemandirian energi nasional.
Dengan potensi yang ada, ia yakin bahwa Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor energi dari luar negeri.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Selain fokus pada energi, Prabowo juga membahas upaya pemerintah menuju kemandirian pangan, terutama dalam penyediaan komoditas beras. Di tengah dinamika global, hal ini sangat penting.
Ia menambahkan, 'Kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan kita, memenuhi kebutuhan protein kita,' menekankan perlunya menjaga kestabilan pangan negara.
Indonesia berkomitmen untuk memastikan bahwa kebutuhan pangan tetap aman dan terjamin di saat dunia sedang tidak menentu.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang merumuskan kebijakan untuk meningkatkan efisiensi energi.
Bahlil mengungkapkan bahwa sejumlah simulasi dilakukan untuk menentukan langkah tepat dalam menghadapi ketidakpastian pasokan energi global.
Salah satu inisiatif yang direncanakan adalah mempercepat penggunaan bahan bakar nabati dengan meningkatkan campuran biodiesel dan bioetanol, demi menciptakan BBM yang lebih bersih dan ekonomis.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: