BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 10 MARET 2026 • 13:12 WIB

Hujan Lebat Landa Jakarta dan Banten, BMKG Beri Penjelasan

Hujan Lebat Landa Jakarta dan Banten, BMKG Beri PenjelasanHujan Lebat Landa Jakarta dan Banten, BMKG Beri Penjelasan

Jakarta dan Banten baru-baru ini mengalami hujan lebat yang memicu banjir di beberapa daerah. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan tertinggi tercatat antara 6 hingga 9 Maret 2026.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Banten menjadi wilayah dengan curah hujan harian tertinggi mencapai 141.8 mm, diikuti Jakarta Timur yang mencapai 123.4 mm. BMKG menyatakan bahwa fenomena ini disebabkan oleh penguatan Monsun Asia.

Curah Hujan Tertinggi di Jakarta dan Banten

Selama periode 6 hingga 9 Maret 2026, BMKG mencatat curah hujan yang sangat tinggi di berbagai daerah. Di Banten, curah hujan harian mencapai 141,8 mm, sedangkan Jakarta Timur mencapai 123,4 mm.

Tak hanya itu, hujan lebat juga terjadi di wilayah lain seperti Sulawesi Selatan dengan 84,4 mm/hari dan Bengkulu yang mencatat 82,9 mm/hari. Fenomena ini menciptakan risiko banjir, terutama di daerah Banten dan Jakarta.

Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025

Dampak Hujan Lebat di Wilayah Tangerang

Kabupaten Tangerang mengalami banjir parah, dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan 40 desa terendam air di 15 kecamatan. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 80 sentimeter, tergantung lokasi.

Ahmad Taufik, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, menyatakan, 'Banjir ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (7/3).' Kota Tangerang pun juga merasakan dampak serupa di sejumlah kecamatannya.

Penjelasan Meteorologi oleh BMKG

BMKG menjelaskan bahwa tingginya intensitas hujan di wilayah selatan Indonesia sangat dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia. Aliran angin dari Laut Cina Selatan membawa kelembapan yang signifikan ke Jawa.

Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) turut berkontribusi pada fenomena ini dengan meningkatkan anomali angin baratan yang mendukung pembentukan awan hujan. Situasi atmosfer yang labil dan kelembapan tinggi di barat Jawa semakin meningkatkan potensi terjadinya hujan lebat.

Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Hujan Lebat Landa Jakarta dan Banten, BMKG Beri Penjelasan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!