Menggali Penyebab dan Tanda Kanker Ginjal yang Perlu Diketahui
Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3) setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker ginjal. Kejadian ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya memahami faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker ginjal pada siapapun.
Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat
Menurut World Cancer Research Fund, kanker ginjal menjadi salah satu jenis kanker yang umum di kalangan pria dan wanita. Mari kita telusuri lebih jauh informasi mengenai faktor-faktor risiko terkait penyakit serius ini.
Kanker ginjal adalah tumor ganas yang berkembang di ginjal, organ vital yang berfungsi menyaring darah dan membuang limbah dari tubuh. Menurut Cleveland Clinic, penyakit ini terjadi ketika sel-sel ginjal yang sehat berubah menjadi sel kanker.
Perkembangan ini sulit dipahami, namun terdapat sejumlah faktor risiko yang diketahui dapat memengaruhi munculnya kanker ginjal. Dengan mengetahui informasi ini, masyarakat diharapkan dapat lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Berdasarkan Institut Kanker Nasional Amerika Serikat, terdapat beberapa kebiasaan yang memperbesar risiko kanker ginjal, di antaranya adalah merokok dan menyalahgunakan obat pereda nyeri dalam jangka panjang. Kebiasaan ini bisa merusak fungsi ginjal secara bertahap.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Kelebihan berat badan, hipertensi, serta adanya riwayat kanker ginjal dalam keluarga juga meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkit penyakit ini. Genetik tertentu, seperti penyakit von Hippel-Lindau, merupakan salah satu faktor risiko yang signifikan.
Jurnal dari Journal of Clinical Oncology pada Oktober 2018 menunjukkan bahwa kanker ginjal lebih umum terjadi pada pria dibandingkan wanita, dengan frekuensi kejadian mencapai dua kali lipat.
Seringkali, kanker ginjal tidak menunjukkan gejala yang signifikan hingga penyakit ini menyebar. Beberapa gejala yang mungkin muncul adalah kencing berdarah, kelelahan, dan nyeri di bagian bawah perut.
Jika seseorang mengalami gejala seperti urin berdarah atau nyeri yang menetap, sangat disarankan untuk segera menjalani pemeriksaan medis. Tindakan cepat ini bisa membuat diagnosis lebih awal dan meningkatkan peluang pengobatan.
Pengobatan kanker ginjal bergantung pada stadium penyakit yang dialami pasien. Pilihan pengobatan mencakup pembedahan, terapi radiasi, dan imunoterapi yang disesuaikan dengan hasil evaluasi dari dokter spesialis onkologi.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: