BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 09 MARET 2026 • 13:15 WIB

Inovasi AI dalam Medis: Meningkatkan Deteksi Dini Kanker di Indonesia

Inovasi AI dalam Medis: Meningkatkan Deteksi Dini Kanker di IndonesiaInovasi AI dalam Medis: Meningkatkan Deteksi Dini Kanker di Indonesia

Kemutakhiran teknologi Artificial Intelligence kini menjangkau berbagai sektor, termasuk medis, dengan fokus pada deteksi kanker yang lebih tepat dan cepat.

Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi

Di Indonesia, kolaborasi antara Siloam dan AstraZeneca memperkenalkan perangkat lunak berbasis AI, Qure.ai, untuk mendukung deteksi dini kanker.

Kolaborasi Siloam dan AstraZeneca

Kerja sama antara Siloam dan AstraZeneca menjadi bagian dari strategi besar untuk menekan angka kanker di Indonesia, terutama untuk kanker payudara dan kanker paru-paru.

Berdasarkan data Global Cancer Observatory (Globocan), kanker payudara menyebabkan lebih dari 22 ribu kematian di Indonesia pada tahun 2020, menggarisbawahi pentingnya inovasi ini.

Kanker paru-paru juga menanjak sebagai jenis kanker baru terbanyak ketiga, yang mendorong kedua perusahaan untuk memanfaatkan teknologi AI dalam diagnosis lebih awal.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai

Akurasi AI dalam Mendeteksi Kanker Payudara

Teknologi AI berperan penting dalam klasifikasi HER2 ketika mendeteksi kanker payudara, yang meliputi kategori HER2 negatif, rendah, ultra-rendah, dan positif.

Dr. Jeffry Beta Tenggara, seorang dokter spesialis penyakit dalam, menekankan bahwa proses identifikasi jenis HER2 sangat vital untuk menunjang pengambilan keputusan terapi.

Data dari American Society of Clinical Oncology (ASCO) menunjukkan bahwa akurasi deteksi kanker payudara dengan bantuan AI mencapai sekitar 92 persen.

Peran AI dalam Deteksi Kanker Paru

Penggunaan AI tidak terbatas pada kanker payudara tetapi juga diperluas untuk kanker paru, yang umumnya ditandai oleh adanya nodul atau benjolan di jaringan paru.

Diagnosis biasanya memerlukan analisis CT scan untuk mendeteksi nodul, yang kadang tertutup oleh struktur lain, membuat identifikasi sulit dilakukan.

Dr. Dewi Tantra Hardiyanto, dokter spesialis radiologi, menggarisbawahi bahwa AI membantu mempercepat proses diagnosis dan menonjolkan kasus abnormal yang memerlukan perhatian lebih.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Inovasi AI dalam Medis: Meningkatkan Deteksi Dini Kanker di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!