Jerman Tegaskan Tidak Akan Ikut Campur dalam Konfrontasi di Iran
Jerman secara tegas menolak untuk turut serta dengan Amerika Serikat dan Israel dalam agresi militer terhadap Iran. Ini bukan hanya tentang menghindari perang, tetapi juga berkaitan dengan prinsip mendukung kedaulatan rakyat Iran.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menyatakan bahwa perubahan di Iran harus datang dari keinginan rakyatnya sendiri, tanpa intervensi dari luar.
Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menegaskan, "Jerman tidak berpartisipasi dalam perang ini. Dan itu akan tetap begitu." Ini mencerminkan komitmen Jerman untuk menghindari konflik bersenjata.
Wadephul menambahkan, "Kami juga tidak berpartisipasi dalam langkah-langkah konkret apa pun untuk perubahan rezim di negara mana pun, termasuk Iran." Pernyataan ini mengukuhkan prinsip netralitas Jerman dalam masalah internasional.
Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang
Wadephul mengungkapkan bahwa Jerman tetap berkomunikasi dengan oposisi Iran dan mendukung rakyat Iran dalam melawan tindakan represif rezim. Meskipun demikian, Jerman tidak berniat untuk mendikte arah politik Iran.
"Kami bergantung pada rakyat Iran sendiri, yang pada akhirnya berada dalam posisi mengambil nasib mereka sendiri dan mungkin mengatasi rezim ini," tuturnya. Ini menunjukkan bahwa Jerman berpegang pada prinsip penghormatan terhadap kedaulatan bangsa lain.
Walaupun menolak keterlibatan militer, Wadephul secara tegas mengutuk serangan Iran di wilayah Teluk. Ia mendesak Teheran untuk segera menghentikan serangan tersebut.
"Kami mengutuk serangan Iran, tidak hanya terhadap negara-negara Teluk, tetapi juga ancaman terhadap Siprus sebagai anggota Uni Eropa," katanya. Ancaman tersebut juga meliputi lokasi lain yang membuat negara seperti Turki dan Azerbaijan merasa terancam.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: