BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 04 MARET 2026 • 10:51 WIB

Sisi Gelap di Balik Keberanian Stephen Crohn, Pria yang Kebal AIDS

Sisi Gelap di Balik Keberanian Stephen Crohn, Pria yang Kebal AIDSSisi Gelap di Balik Keberanian Stephen Crohn, Pria yang Kebal AIDS

Stephen Crohn, seorang seniman dan aktivis asal Amerika Serikat, dikenal luas karena mutasi genetik langkanya yang membuatnya kebal terhadap HIV.

Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Namun, di usia 66 tahun, Stephen memilih untuk mengakhiri hidupnya, meninggalkan banyak pertanyaan tentang beban psikologis yang ditanggungnya selama bertahun-tahun.

Mutasi Genetik dan Kontribusi pada Penelitian HIV

Stephen Crohn memiliki mutasi genetik langka yang menjadikannya kebal terhadap HIV, sebuah kondisi yang menarik perhatian ilmuwan di New York University Medical Center.

Dia secara sukarela berpartisipasi dalam studi yang membantu peneliti memahami mekanisme kekebalan ini, yang berperan penting dalam pengembangan pengobatan modern, seperti obat-obatan penghambat CCR5.

Meskipun banyak teman dan pasangan Stephen meninggal akibat AIDS, ia bebas dari virus tersebut, memberikan harapan bagi kemajuan penelitian di bidang virologi dan imunologi.

Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Dampak Emosional yang Mendalam

Dalam film dokumenter 'Surviving AIDS' pada tahun 1999, Stephen mengungkapkan kesedihannya, 'Setiap tahun akan kehilangan, enam orang, tujuh orang... Ini nggak gampang ketika Anda kehilangan teman-teman.'

Melihat teman-teman dan orang-orang terdekatnya menderita dan meninggal akibat AIDS menjadi beban emosional yang berat bagi Stephen. Rasa bersalah menjadi bagian dari kehidupannya, mempertanyakan mengapa ia selamat sementara yang lain tidak.

Keadaan ini membuat Dr Bill Paxton dari Aaron Diamond AIDS Research Center mengkhawatirkan kondisi psikologis Stephen, meskipun ia tidak pernah terinfeksi AIDS, bahkan setelah terpapar virus HIV untuk penelitian.

Keputusan Tragis yang Mengguncang

Pada 23 Agustus 2013, Stephen Crohn memilih untuk mengakhiri hidupnya, sebuah keputusan yang meninggalkan banyak spekulasi mengenai latar belakangnya.

Banyak orang percaya bahwa rasa bersalah yang dirasakannya menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi keputusan tersebut. "Mungkin ini alasan dia (bunuh diri)," ungkap Amy Crohn, saudara perempuannya, mengenai penderitaan yang dialami Stephen.

Stephen dikenal sebagai pelukis dan editor lepas, yang sebelumnya tinggal di Saugerties. Di tempat ini, ia mengakhiri kehidupan yang sarat perjalanan dan tantangan.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Sisi Gelap di Balik Keberanian Stephen Crohn, Pria yang Kebal AIDS

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!