Mengenal Shalat Gerhana Bulan pada Maret 2026
Pada Selasa, 3 Maret 2026, Indonesia akan menyaksikan gerhana bulan total yang dapat diamati setelah matahari terbenam. Masyarakat Muslim dihimbau untuk melaksanakan shalat gerhana bulan sebagai bentuk ibadah dan rasa syukur.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Ustadz Alhafiz Kurniawan mengingatkan pentingnya kegiatan ini, terutama dalam bentuk shalat berjamaah. Ia juga merujuk pada kitab Nihayatuz Zain untuk panduan dalam pelaksanaan tersebut.
Shalat gerhana bulan memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan shalat lainnya. Pada saat melaksanakannya, bacaan Surat Al-Fatihah dan ruku diulang dua kali dalam setiap rakaat.
Shalat ini dapat dilaksanakan secara berjamaah dengan bacaan yang keras (jahar) atau sendiri (munfarid). Setiap pelaksanaan dimulai dengan niat yang diucapkan dalam hati.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas
Proses pelaksanaan shalat sunnah gerhana bulan dimulai dengan niat di hati. Pihak yang bertugas kemudian mengucapkan takbir saat takbiratul ihram dimulai.
Selanjutnya, bacaan dimulai dengan taawudz dan Surat Al-Fatihah diikuti Surat Al-Baqarah atau surat pendek lainnya dengan suara keras.
Setelah shalat selesai, imam diharapkan menyampaikan dua khutbah untuk memberikan taushiyah kepada jamaah tentang pentingnya beristighfar, bertakwa, dan berbuat kebajikan.
Berdasarkan informasi dari LF PBNU, fase gerhana bulan total dimulai pada pukul 16:50:01 WIB, dengan fase total mulai pada 18:04:28 WIB dan puncak pada 18:33:37 WIB.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: