Jawa Timur Waspadai Cuaca Ekstrem Sampai Maret 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca ekstrem yang melanda Jawa Timur hingga tanggal 10 Maret 2026.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menyerukan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Menurut Taufiq Hermawan, Jawa Timur saat ini sedang memasuki fase transisi dari musim hujan menuju musim kemarau. Perubahan ini disertai peningkatan aktivitas cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai.
Wilayah yang diperkirakan terdampak cuaca ekstrem termasuk Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, serta kota-kota lainnya seperti Surabaya dan Batu.
Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang
Sejumlah faktor atmosfer memicu potensi cuaca ekstrem, termasuk gangguan gelombang atmosfer dan suhu muka laut yang menghangat. Hal ini menambah intensitas hujan di area tertentu.
Taufiq mengutarakan bahwa gangguan gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) dan konvergensi angin berperan dalam pembentukan awan hujan yang masif.
BMKG Juanda mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahaan cuaca yang mendadak. Kesiapan menghadapi potensi hujan lebat dan bencana alam lainnya sangat diperlukan.
Warga yang tinggal di daerah berisiko, khususnya di daerah berbukit dan lereng gunung, disarankan untuk lebih berhati-hati dan siap siaga menghadapi kemungkinan bencana.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: