Arsenal dan Kontroversi Wasit: Suara Arne Slot Soal Bola Mati
Manajer Liverpool, Arne Slot, melontarkan kritik tegas terhadap pengawasan wasit di Liga Inggris terkait situasi bola mati yang dinilainya kurang ketat.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas
Pendapatnya tersebut diungkapkan seiring dengan semakin meningkatnya efektivitas taktik tendangan sudut yang digunakan oleh Arsenal.
Kekhawatiran Arne Slot berakar dari cara Arsenal menggunakan taktik tendangan sudut, yang kerap melibatkan penumpukan pemain di sekitar kiper lawan.
Arsenal telah mencetak total 31 gol dari situasi bola mati pada musim ini, dengan 16 gol di antaranya berasal dari tendangan sudut, menunjukkan bahwa strategi ini sangat efektif.
Kemenangan Arsenal 2-1 atas Chelsea baru-baru ini semakin menggugah perhatian publik mengenai keputusan validitas wasit dalam situasi yang mirip.
Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Slot tidak ragu membandingkan atmosfer fisik yang terjadi di Liga Inggris dengan liga-liga lain, seperti Eredivisie di Belanda.
Ia mengungkapkan bahwa 'Jika saya menonton liga lain, saya rasa tidak ada penekanan yang begitu besar pada situasi bola mati,' yang mencerminkan ketidakpuasannya terhadap standar yang dianggap membingungkan di Inggris.
Menariknya, Slot menyoroti dalam Eredivisie banyak gol yang dianulir dan pelanggaran terhadap penjaga gawang yang diakui, berbanding terbalik dengan situasi di Premier League.
Dalam sebuah wawancara, Slot turut mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap gaya permainan yang mengedepankan fisik secara ekstrem dalam situasi bola mati.
Dia berkata, 'Hati sepak bola saya tidak menyukainya,' yang menunjukkan harapannya terhadap permainan yang lebih indah dan terkonsep.
Slot merindukan gaya bermain ala Barcelona di masa lalu, yang dinilai memiliki keindahan terorganisir, bukan bergantung pada kekuatan fisik.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: