Inggris Siap Berikan Dukungan Militer ke Timur Tengah
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, baru saja mengumumkan bahwa negaranya siap mendukung Amerika Serikat dan Israel dalam langkah militer terhadap Iran. Ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan yang membayangi kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Pernyataan ini muncul setelah Inggris menerima permintaan resmi dari AS untuk memanfaatkan pangkalan militer mereka di wilayah tersebut sebagai bagian dari upaya kolektif menjaga keamanan regional.
Keir Starmer menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk mencegah ancaman dari Iran yang bisa membahayakan warga sipil, termasuk masyarakat Inggris. Ia menekankan pentingnya stabilitas negara-negara lain yang tidak terlibat dalam konflik.
Starmer juga menyatakan bahwa Inggris akan berpegang pada prinsip pertahanan diri kolektif, yang menjadi dasar hubungan politik dan militer jangka panjang dengan AS dan Israel.
"Kami telah mengambil keputusan untuk menerima permintaan ini guna mencegah Iran menembakkan rudal di seluruh wilayah, membunuh warga sipil yang tidak bersalah, membahayakan nyawa warga Inggris," ungkap Starmer dalam sebuah video pada 1 Maret.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Starmer menjelaskan bahwa keputusan ini bukanlah aksi ofensif, melainkan bentuk dukungan dalam konteks pertahanan. Ia sangat hati-hati untuk tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran.
Sebelumnya, Starmer pernah menyatakan penolakan untuk menggunakan pangkalan militer di Inggris untuk menyerang Iran, tetapi perkembangan situasi saat ini telah memicu pemerintah untuk mengkaji ulang posisi mereka.
Serangan terhadap Iran oleh AS dan Israel telah memiliki dampak yang besar, termasuk mengakibatkan kematian sejumlah pejabat tinggi Iran, serta lebih dari 200 orang kehilangan nyawa.
Starmer juga menyuarakan keprihatinannya akan risiko yang dihadapi Inggris akibat serangan Iran. Ia menunjukkan bahwa berbagai serangan baru-baru ini mirip dengan ancaman terhadap lokasi penting yang berhubungan dengan warga Inggris.
"Ini jelas merupakan situasi yang berbahaya," tegas Starmer, menunjukkan urgensi bagi Inggris untuk bersiap menghadapi potensi ancaman dari Iran yang semakin agresif.
Setelah kematian Khamenei, ada kekhawatiran bahwa kepemimpinan Iran akan semakin menunjukkan sikap ofensif dan meningkatkan serangan yang ditujukan ke wilayah-wilayah lain, termasuk negara-negara di Timur Tengah.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: