BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 02 MARET 2026 • 13:03 WIB

Menpora Janjikan Penanganan Kasus Kekerasan di Pelatnas Panjat Tebing Secara Serius

Menpora Janjikan Penanganan Kasus Kekerasan di Pelatnas Panjat Tebing Secara SeriusMenpora Janjikan Penanganan Kasus Kekerasan di Pelatnas Panjat Tebing Secara Serius

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan kasus dugaan kekerasan fisik dan pelecehan seksual di Pelatnas cabang olahraga panjat tebing.

Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Ia menggarisbawahi pentingnya melindungi atlet yang berani melapor, menegaskan tidak ada tempat bagi kekerasan di dunia olahraga Indonesia.

Pernyataan Tegas Menpora

Dalam siaran pers yang disampaikan di Jakarta, Erick Thohir menyatakan, 'Keselamatan, martabat, dan masa depan atlet adalah prioritas utama.' Ia menggarisbawahi bahwa tidak ada toleransi bagi kekerasan seksual dalam olahraga Indonesia.

Menpora juga menekankan prinsip 'zero tolerance' sebagai langkah pemerintah untuk menghadapi segala bentuk pelecehan dan kekerasan dalam lingkungan olahraga.

Jumlah Korban yang Meningkat

Data terbaru dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menunjukkan bahwa jumlah atlet yang melapor sebagai korban kekerasan meningkat menjadi sepuluh, dari sebelumnya delapan orang.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat

Laporan terbaru ini terdiri dari lima atlet putra dan lima atlet putri, menegaskan urgensi untuk penanganan yang lebih serius terhadap kasus-kasus kekerasan ini.

Perlindungan dan Pendampingan untuk Atlet

Erick menjelaskan bahwa negara akan memberikan dukungan penuh kepada atlet yang berani melapor, termasuk jaminan kerahasiaan identitas mereka dan perlindungan dari tekanan atau intimidasi.

Ia menambahkan, 'Kami juga mendorong agar pendampingan hukum dan psikologis jangka panjang dapat diberikan untuk menjaga masa depan para korban.'

Evaluasi dan Reformasi Sistem Pembinaan Atlet

Erick mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawasi dan melakukan reformasi dalam tata kelola perlindungan atlet secara menyeluruh.

Ia menekankan pentingnya evaluasi terhadap sistem pembinaan atlet di pelatnas, serta memperkuat mekanisme pengawasan dan sistem pelaporan yang aman guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa datang.

Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menpora Janjikan Penanganan Kasus Kekerasan di Pelatnas Panjat Tebing Secara Serius

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!