Tonggak Sejarah Vaksinasi Pertama di Dunia
Penemuan vaksin pertama di dunia oleh Edward Jenner pada akhir abad ke-18 merupakan salah satu pencapaian terpenting dalam kesehatan manusia.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Vaksin ini telah membantu mengatasi penyakit cacar yang mengintimidasi dan seringkali berakibat fatal bagi jutaan orang.
Sebelum vaksin ditemukan, cacar adalah penyakit yang dianggap sangat menakutkan dan mematikan di seluruh dunia.
Penyakit ini dikenal karena dapat mengakibatkan kematian dan kecacatan serius bagi yang selamat, menciptakan ketakutan di kalangan masyarakat, terutama di kalangan anak-anak.
Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Pada tahun 1796, Edward Jenner, seorang dokter asal Inggris, melakukan eksperimen yang kemudian menjadi tonggak sejarah dalam dunia medis.
Jenner menemukan bahwa peternak yang terpapar cacar sapi memiliki kekebalan terhadap cacar manusia, yang kemudian ia uji dengan menyuntikkan materi dari cacar sapi ke seorang bocah bernama James Phipps, yang terbukti tidak terinfeksi setelah terpapar cacar.
Setelah penemuan Jenner, praktik vaksinasi mulai dikenalkan secara luas dan berkontribusi signifikan dalam mengurangi angka kematian akibat cacar.
Vaksin cacar menjadi prototipe bagi banyak vaksin lain yang dikembangkan untuk melawan penyakit menular lainnya, seperti polio dan campak.
Hingga saat ini, perkembangan vaksin terus berlanjut, menghadirkan solusi modern dalam pencegahan pandemi seperti COVID-19 yang terjadi baru-baru ini.
Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: