Keamanan Pemimpin Iran di Tengah Serangan Terhadap Teheran
Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, telah dipindahkan ke tempat aman sebelum serangan militer Israel di Teheran pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pejabat Iran memastikan bahwa Khamenei tidak berada di ibukota saat serangan berlangsung, meningkatkan ketegangan di kawasan.
Serangan yang dilancarkan oleh militer Israel menargetkan Direktorat Intelijen Garda Revolusi Iran dan beberapa lokasi strategis lainnya di Teheran.
Ledakan keras terdengar di seluruh pusat kota, menyebabkan kekhawatiran akan keselamatan pemimpin negara yang tengah dalam ancaman.
Media pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran News Network (IRINN), melaporkan bahwa serangan tersebut memang terjadi, menyajikan informasi melalui berbagai saluran.
Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat
Sebagai respons atas serangan tersebut, pemerintah Iran segera menutup wilayah udaranya untuk mencegah serangan lebih lanjut.
Siaran IRINN sempat terputus, namun kemudian dilanjutkan dengan rekaman unjuk rasa pro-pemerintah yang menunjukkan dukungan kepada Khamenei.
Khalil Khamenei, seorang pendukung pemerintah, menyatakan bahwa intervensi asing tidak akan mampu merusak persatuan masyarakat Iran.
Menurut militer Israel, serangan ini adalah langkah awal untuk mengatasi ancaman terhadap keamanan nasional mereka.
Selama serangan, warga Israel diminta untuk segera mencari tempat perlindungan sebagai tindakan pencegahan.
Beberapa laporan menunjukkan bahwa operasi ini telah direncanakan selama bulan-bulan sebelumnya, dan berada di bawah pengawasan ketat pemerintah AS yang mencerminkan ketegangan terkait program nuklir Iran.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: