Waspadai Hipoglikemia Saat Berpuasa: Tanda dan Cara Mengatasi
Puasa merupakan ibadah penting, tetapi dapat memunculkan risiko kesehatan khususnya hipoglikemia. Hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah turun drastis, dan penting untuk mengenali gejalanya.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia
Dalam artikel ini, akan dibahas tanda-tanda hipoglikemia yang perlu diwaspadai selama berpuasa serta bagaimana mengatasinya agar tetap sehat.
Hipoglikemia adalah kondisi di mana kadar glukosa dalam darah turun di bawah ambang normal, biasanya di bawah 70 mg/dL. Berbagai faktor dapat menyebabkan hipoglikemia, termasuk pola makan yang tidak teratur dan penggunaan obat-obatan tertentu.
Selama puasa, di mana asupan makanan dan minuman terbatas, risiko hipoglikemia dapat meningkat. Bagi mereka dengan riwayat diabetes atau masalah metabolik, kewaspadaan ekstra sangat dianjurkan.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Gejala hipoglikemia dapat beragam, tetapi umumnya ditandai dengan rasa lemas, keringat dingin, dan pening. Beberapa individu juga dapat merasakan detak jantung cepat dan kebingungan.
Jika tanda-tanda ini tidak segera ditangani, bisa memburuk hingga menyebabkan kehilangan kesadaran. Oleh karena itu, penting untuk tetap waspada, terutama menjelang waktu berbuka.
Apabila mengalami gejala hipoglikemia saat berpuasa, langkah awal adalah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula dengan cepat. Gula cair seperti jus buah dapat menjadi pilihan yang baik.
Setelah berbuka, disarankan untuk menghindari makanan berat dan memilih makanan seimbang untuk membantu menstabilkan kadar gula. Jika gejala berlanjut, konsultasi medis sangat disarankan.
Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: