PSSI Terima Denda dari AFC Akibat Pelanggaran Uji Coba Timnas U-23
Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) baru saja dikenakan sanksi denda sebesar 1.500 USD oleh AFC akibat pelanggaran dalam penyelenggaraan laga uji coba antara Timnas Indonesia U-23 dan Mali. Keputusan ini dirilis pada Kamis, 26 Februari 2026, dan menjadi isu penting bagi administrasi sepak bola di Indonesia.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
AFC menegaskan bahwa PSSI telah melanggar prosedur pertandingan internasional dengan keterlambatan dalam pengajuan pemberitahuan. Pelanggaran ini mencerminkan perlunya perbaikan sistem manajemen di dalam organisasi.
Denda sebesar 1.500 USD atau Rp 25 juta harus dibayarkan PSSI paling lambat 30 hari setelah keputusan ini. Sanksi tersebut merupakan tindak lanjut dari pelanggaran yang ditampung dalam Pasal 11 mengenai prosedur penyelenggaraan pertandingan internasional.
Dalam laporan resmi, AFC mencatat bahwa 'Federasi Sepak Bola Indonesia diperintahkan untuk membayar denda sebesar US$ 1.500 (Rp25 juta), karena melanggar Pasal 11.15 Peraturan AFC yang Mengatur Pertandingan Internasional.'
Pertandingan uji coba ini berlangsung pada 15 dan 18 November 2025, bertepatan dengan periode jeda internasional. Kejadian ini menunjukkan bahwa masalah administratif masih menjadi tantangan bagi PSSI.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia
Tahun 2026 ini, sanksi denda ini merupakan yang kedua kalinya bagi PSSI. Sebelumnya, pada 9 Februari, PSSI juga dijatuhi denda sebesar 14.000 USD atau sekitar Rp 260 juta akibat pelanggaran selama Piala Asia Futsal 2026.
Puji syukur perlu disampaikan karena denda ini menandakan pentingnya PSSI untuk memperbaiki manajerial dan prosedur internalnya. Kesalahan administrasi yang berulang ini perlu menjadi perhatian serius agar tidak berimbas pada pelanggaran berikutnya.
Hal ini tidak hanya akan menguras dana federasi, tetapi juga dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan sepak bola di Indonesia.
Pelanggaran yang terjadi memiliki potensi dampak negatif terhadap perkembangan sepak bola Indonesia ke depan. Keberlangsungan tim dan fokus mereka dalam mempersiapkan pertandingan dapat terpengaruh.
Dari sudut pandang pengembangan olahraga, sangatlah penting bagi PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan dan prosedur yang ada. Perbaikan sistem ini diharapkan dapat memperbaiki citra dan masa depan sepak bola di tanah air.
Ke depan, diharapkan PSSI dapat lebih berhati-hati dalam menerapkan regulasi AFC. Sosialisasi mengenai prosedur dan kebijakan regulasi internasional sudah seharusnya dilakukan demi kemajuan bersama.
Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: