BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 16:34 WIB

Iran: Komitmen Teguh Tanpa Senjata Nuklir Menjelang Negosiasi dengan AS

Iran: Komitmen Teguh Tanpa Senjata Nuklir Menjelang Negosiasi dengan ASIran: Komitmen Teguh Tanpa Senjata Nuklir Menjelang Negosiasi dengan AS

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa Teheran tidak memiliki niatan untuk mengembangkan senjata nuklir. Hal ini disampaikan menjelang pertemuan penting dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung di Swiss pada tanggal 26 Februari.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris

Dalam konteks ancaman militer dari AS, Pezeshkian menyerukan persatuan di antara rakyat Iran untuk menghadapi potensi serangan, menegaskan komitmen negara untuk tetap pada jalur yang telah ditetapkan.

Pernyataan Tegas dari Iran

Dalam pidato yang disampaikan pada 26 Februari, Masoud Pezeshkian berkata, "Pemimpin Tertinggi kami telah menyatakan bahwa kami sama sekali tidak akan memiliki senjata nuklir." Pernyataan ini mencerminkan komitmen Iran terhadap kebijakan non-proliferasi.

Ia juga menambahkan, "Bahkan jika saya ingin bergerak ke arah itu, saya tidak bisa -- dari sudut pandang doktrin, saya tidak akan diizinkan." Ini menunjukkan bahwa posisi Iran terhadap senjata nuklir sangat dipengaruhi oleh prinsip-prinsip yang mendasari kebijakan negara.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui

Tanggapan Terhadap Ancaman Militer AS

Wakil Presiden AS, JD Vance, sebelumnya memperingatkan bahwa jika negosiasi tidak membuahkan hasil, opsi tindakan militer akan dipertimbangkan. Ia menyatakan dalam sebuah wawancara di Fox News, "Anda tidak bisa membiarkan rezim paling gila dan terburuk di dunia memiliki senjata nuklir."

Vance menekankan bahwa Presiden Trump memiliki "hak" untuk mempertimbangkan penggunaan kekuatan militer jika dianggap perlu. Ini menggarisbawahi ketegangan yang semakin meningkat di antara kedua negara yang merupakan jiran dekat namun juga rival.

Seruan untuk Persatuan

Pezeshkian memberi penekanan pada pentingnya persatuan di kalangan rakyat Iran dalam menghadapi krisis yang mungkin terjadi. "Jika AS melakukan serangan, ini akan memicu kebangkitan seratus orang seperti saya untuk bersatu dan memimpin," ujarnya.

Ia menambahkan, "Jika kita bersatu dan bergandengan tangan, tidak ada kekuatan yang mampu menghentikan kita." Pernyataan ini menegaskan solidaritas masyarakat Iran dalam menghadapi tantangan eksternal serta komitmen negara terhadap kebijakan non-pengembangan senjata nuklir.

Baca juga: Calvin Verdonk Hampir Bergabung dengan Lille, Klub Terkenal Prancis yang Penuh Talenta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Iran: Komitmen Teguh Tanpa Senjata Nuklir Menjelang Negosiasi dengan AS

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!