Integrasi Penanganan Sampah Jadi Fokus Utama Pemerintah
Pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya penanganan sampah yang terintegrasi dan tidak lagi parsial. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah Tahun 2026 di Jakarta.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Indonesia kini menduduki posisi sebagai salah satu dari lima negara penghasil sampah terbesar di dunia dan ketiga dalam kontribusi sampah plastik ke laut. Keberadaan data ini menyoroti urgensi untuk menerapkan langkah-langkah nyata dalam penanganan masalah sampah.
Dalam forum tersebut, Tito memperkenalkan tiga pendekatan dalam pengelolaan sampah: berbasis hulu, berbasis hilir, dan integratif. Pendekatan hulu berfokus pada pengurangan sampah sejak dari sumbernya, dengan melibatkan tindakan di tingkat rumah tangga hingga desa.
Tito mengajak setiap rumah tangga dan lingkungan untuk aktif mengurangi serta mengolah sampah. Contohnya, daerah yang telah berhasil menerapkan pengelolaan sampah berbasis komunitas, seperti Banyuwangi, Klungkung, dan Subang, menunjukkan bahwa pemilahan sampah dari awal dapat menekan volume sampah yang diolah di tempat pemrosesan akhir.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Di sisi hilir, Tito menyoroti penguatan sistem pengangkutan serta pengolahan sampah yang harus diperhatikan. Penggunaan teknologi dalam pengolahan menjadi langkah penting, di tengah upaya mempertahankan tata kelola serta pengawasan yang konsisten.
Menteri juga berharap bahwa pengelolaan sampah tidak hanya reaktif, melainkan melibatkan gerakan kolaboratif yang terstruktur untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan.
Rapat ini dihadiri oleh para pejabat penting, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Kehadiran pemangku kepentingan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menanggulangi masalah sampah.
Tito mengingatkan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi sebagai 'wake up call' untuk lebih memperhatikan pentingnya pengelolaan sampah. Kolaborasi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat langkah menuju pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: