BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 10:36 WIB

Koordinasi Kebijakan Ritel Modern di Tengah Munculnya Koperasi Merah Putih

Koordinasi Kebijakan Ritel Modern di Tengah Munculnya Koperasi Merah PutihKoordinasi Kebijakan Ritel Modern di Tengah Munculnya Koperasi Merah Putih

Kementerian Perdagangan mengonfirmasi bahwa saat ini belum ada keputusan akhir terkait pembatasan ekspansi ritel modern di Tanah Air, terutama dengan munculnya Koperasi Desa Merah Putih.

Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan perlunya koordinasi lanjutan mengenai isu ini, dengan melibatkan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Komunikasi Antara Kementerian

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa diskusi seputar ritel modern dan Koperasi Merah Putih masih aktif. Rencana untuk melakukan komunikasi lebih lanjut dengan Menteri Desa, Yandri Susanto, juga menjadi bagian dari agenda.

Beliau menegaskan pentingnya mencari klarifikasi terkait ekspansi jaringan ritel modern. Dalam pernyataannya, Budi mengatakan, "Saya dengan Pak Mendes tadi memang mau janji. Kan ada acara lain, sekalian saya mau nanya itu (terkait penyetopan ekspansi Alfamart-Indomaret). Seperti apa maksudnya."

Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan

Regulasi dan Zonasi Ritel Modern

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan, menekankan bahwa kegiatan ritel modern berada dalam batasan regulasi yang ada. Ia menjelaskan bahwa kewenangan pengaturan zonasi sepenuhnya di tangan pemerintah daerah.

Iqbal mengungkapkan, "Zonasi kepada pemerintah daerah. Jadi untuk zonasi, misalnya 1 km di Serpong itu akan berbeda dengan 1 km di Indramayu." Hal ini menunjukkan bahwa karakteristik sosial dan ekonomi di setiap lokasi berperan penting dalam penentuan zonasi.

Peluang Kerja Sama Antara Koperasi dan Ritel Modern

Iqbal Shoffan juga menggarisbawahi adanya potensi kemitraan antara koperasi desa dengan ritel modern, meskipun kedua entitas ini saat ini berbeda segmen. Sementara ritel modern beroperasi di daerah urban, koperasi lebih menyasar wilayah pedesaan.

Lebih dari itu, Iqbal menambahkan, "Jadi saya pikir nggak ada masalah, justru kita malah meng-encourage kemitraan antara koperasi dengan ritel modern." Ini menunjukkan adanya peluang sinergi yang bisa dikembangkan ke depannya.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Koordinasi Kebijakan Ritel Modern di Tengah Munculnya Koperasi Merah Putih

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!