14 Nama Kandidat Ketua Umum PBNU Siap Unjuk Gigi di Muktamar ke-35
Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) telah mengeluarkan daftar 14 nama yang diusulkan menjadi kandidat Ketua Umum PBNU untuk Muktamar ke-35 mendatang.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kandidat-kandidat ini dipilih berdasarkan popularitas, rekam jejak, serta hasil wawancara mendalam dengan pengurus dan warga NU.
Wildan Efendy, peneliti dari Insantara, menjelaskan bahwa kandidat tersebut terbagi dalam empat klaster berdasarkan kriteria tertentu. Klaster pertama berisi kandidat internal PBNU, termasuk petahana Yahya Cholil Staquf, serta Mohammad Nuh, Syaifullah Yusuf, dan Zulfa Mustofa.
Klaster berikutnya melibatkan tokoh dari PWNU yang diantaranya adalah Abdul Ghaffar Razin, Abdul Hakim Mahfudz, dan Juhadi Muhammad. Di sisi lain, klaster ketiga terdapat tokoh NU dan pesantren seperti Imam Jazuli, Abdussalam Shohib, serta Yusuf Chudlori.
Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat
Klaster terakhir meliputi para politisi, dengan nama-nama seperti Cak Imin, Nusron Wahid, serta Nasaruddin Umar. Semua kandidat ini memiliki rekam jejak yang dianggap dapat menunjang dinamika kepemimpinan di PBNU.
Ada desakan kuat dari pengurus wilayah dan cabang untuk pemilihan Ketua Umum PBNU yang baru. Wildan menekankan bahwa 'desakan transisi kepemimpinan PBNU yang sangat kuat dari PWNU, PCNU, dan aspirasi warga NU' menjadi indikator kemauan nyata untuk menghadirkan nakhoda baru.
Dengan semakin dekatnya waktu pemilihan, perkembangan atmosfer di kalangan warga NU mengarah pada perlunya perubahan kepemimpinan. Dukungan dan aspirasi masyarakat menjadi komponen vital yang akan menentukan arah organisasi ke depan.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026, seperti yang telah disepakati dalam rapat pleno sebelumnya. Persiapan terkait pemilihan Ketua Umum diharapkan bisa dilakukan dengan maksimal.
Penetapan jadwal ini mencerminkan keseriusan PBNU dalam mengantisipasi dan menyiapkan transisi kepemimpinan yang diharapkan membawa dampak positif bagi organisasi dan masyarakat.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: