Khamenei Ancang-Acing Kapal Induk AS di Tengah Ketegangan Regional
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, baru-baru ini mengeluarkan ancaman serius terkait kapal induk militer Amerika Serikat. Pernyataan tersebut muncul dalam konteks meningkatnya ketegangan antara dua negara di Timur Tengah.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Khamenei menyampaikan kritik tajam terhadap klaim kekuatan militer AS dan menegaskan bahwa Iran tidak akan mundur dalam menghadapi resolusi yang ditetapkan oleh Washington.
Dalam pidatonya di Tabriz, Khamenei menyatakan bahwa kapal perang AS adalah ancaman, namun lebih berbahaya adalah senjata yang mampu menghancurkan kapal tersebut. Ia menekankan, 'Tentu saja, kapal perang adalah aset militer yang berbahaya. Namun, yang lebih berbahaya daripada kapal perang adalah senjata yang dapat menenggelamkan kapal perang itu ke dasar laut.'
Khamenei juga membahas pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang dianggapnya tidak mampu melenyapkan Republik Islam Iran. Ia menggarisbawahi, 'Dia mengeluh kepada rakyatnya bahwa selama 47 tahun, AS belum mampu melenyapkan Republik Islam.'
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Ketegangan global berlanjut seiring dengan negosiasi mengenai program nuklir Iran, di mana AS mendesak Iran untuk menghentikan semua pengayaan uranium. Khamenei menjelaskan bahwa, 'Industri nuklir damai kami bukan untuk perang. Ini untuk menjalankan negara, untuk pertanian, obat-obatan, perawatan kesehatan, energi, dan untuk segala sesuatu yang bergantung pada energi.'
Menurutnya, hak setiap negara untuk memiliki fasilitas nuklir harus dihormati, dengan pernyataan, 'Ini hak suatu bangsa, mengapa AS ikut campur?' Ini menunjukkan komitmen Iran terhadap program nuklir yang disebut damai.
Ketegangan militer semakin meningkat setelah AS memperkuat armada militer di Timur Tengah dengan mengirim kapal induk USS Gerald R Ford ke perairan Mediterania. Tindakan ini mencerminkan keseriusan AS dalam menanggapi situasi di Iran.
Khamenei menegaskan bahwa Iran akan memberikan respons militer jika terjadi serangan dari AS, dengan menyatakan, 'Jika suatu negara tidak memiliki senjata penangkal, negara itu akan hancur di bawah kaki musuh-musuhnya.' Ini menunjukkan komitmen Iran untuk melindungi kedaulatan dan kepentingan nasional.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: